Dari rumah sederhana di gang kecil, pria yang akrab disapa Mas Nur ini kini mengelola usaha Baso Aci Mastyo. Perjalanannya menggambarkan bagaimana pengalaman di lapangan, pemanfaatan platform digital, dan dukungan komunitas dapat membuka peluang bagi Mitra untuk berkembang dan “naik kelas” menjadi pelaku usaha.
Dari karyawan hingga jadi mitra pengemudi
Bagi Mas Nur, perjalanan menuju titik ini tentu tidak terjadi secara instan. Ia melewati berbagai fase kehidupan mulai dari bekerja sebagai karyawan, menjadi Mitra Pengemudi, hingga akhirnya memberanikan diri merintis usaha rumahan sendiri.Semuanya ia jalani dengan harapan sederhana untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
Mas Nur pertama kali bergabung sebagai Mitra Pengemudi sekitar tahun 2019. Saat itu ia melihat bagaimana layanan pesan-antar makanan semakin diminati masyarakat.
Dari pengalamannya mengantarkan pesanan pelanggan setiap hari, ia mulai memahami potensi besar usaha kuliner berbasis online.
“Dulu waktu jadi driver saya terbiasa menunggu orderan masuk. Tapi ketika mulai punya usaha sendiri, saya harus berpikir setiap hari bagaimana caranya supaya usaha tetap berjalan dan bisa berkembang,” ujarnya dikutip pada Sabtu, 11 April 2026.
Pengalaman tersebut perlahan mengubah cara pandangnya terhadap dunia usaha.
| Baca juga: Modal Nekat dari Rumah, UMKM Perempuan Cuan Ini Andalkan Teknologi AI |
Mulai dari salad buah lalu beradaptasi saat tren berubah
Langkah pertama Mas Nur dalam dunia usaha dimulai dari bisnis Salad Buah Arjuna. Ia memilih menu salad buah tersebut sebagai bisnis perdananya karena pada saat itu makanan berbahan buah seperti salad, asinan, dan rujak sedang populer di platform pesan-antar makanan.Namun, perjalanan usaha Mas Nur melewati banyak liku dan tidak selalu berjalan mulus. Ketika pandemi covid-19 datang, tren salad buah sudah mulai menurun.
Alih-alih menyerah, ia mencoba mencari peluang baru dengan melihat menu yang sedang diminati pelanggan di platform pesan-antar makanan. Dari situlah ia menemukan bahwa seblak dan baso aci menjadi salah satu makanan yang sedang digemari.
Berbekal peluang tersebut, Mas Nur kemudian merintis Baso Aci Mastyo yang mulai dijalankannya pada tahun 2020. Nama “Mastyo” diambil dari nama anak pertamanya.
Bagi Mas Nur, usaha yang ia bangun ini bukan sekadar untuk mencari penghasilan, tetapi juga sebagai simbol harapan untuk masa depan keluarganya. Ia sendiri hanya dapat menempuh pendidikan hingga tingkat SMK, karena kondisi ekonomi keluarga saat itu tidak memungkinkan untuk melanjutkan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk terus berusaha memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Usaha Mas Nur berada di gang yang cukup sempit sehingga sulit mengandalkan pelanggan yang datang langsung.
“Kalau hanya mengandalkan pelanggan sekitar tempat tinggal, tentu sangat terbatas. Tanpa digitalisasi, ‘kolam usaha’ kita juga jadi jauh lebih kecil,” kata Mas Nur.
Karena itu, sejak awal ia fokus memanfaatkan platform digital, sehingga UMKM kecil seperti miliknya pun bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Sejak bergabung sebagai merchant, ia juga aktif memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia untuk meningkatkan visibilitas Baso Aci Mastyo. Ia bahkan menjadi salah satu merchant yang mencoba fitur GrabAds ketika layanan tersebut pertama kali diluncurkan. Menurutnya, fitur ini membantu meningkatkan visibilitas usaha kuliner di tengah persaingan platform digital.
Selain itu, berbagai inisiatif promosi di platform turut membantunya menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk mereka yang berada di lokasi yang lebih jauh dari outletnya.
Menurutnya, penggunaan fitur promosi juga perlu diimbangi dengan strategi lain, seperti memberikan promo ongkos kirim agar pelanggan tetap tertarik memesan dari jarak yang lebih jauh.
“Biasanya saya kasih promo free ongkir sekitar Rp15.000 sampai Rp20.000 dengan minimal pembelian sekitar Rp150.000, supaya pelanggan tetap tertarik untuk pesan meskipun jaraknya agak jauh,” jelasnya.
Strategi tersebut perlahan membuahkan hasil. Salah satu menu andalannya, Baso Aci Tulang Rangu dengan ciri khas tulang rangu yang dimasukkan langsung ke dalam baso, kini menjadi menu favorit pelanggan.
Saat ini, Baso Aci Mastyo mampu menjual sekitar 70 hingga 80 porsi per hari, dengan hampir 90 persen penjualan berasal dari pesanan online melalui platform digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News