Puasa. DOK Freepik
Puasa. DOK Freepik

Punya Anak Kecil? Ini Tahapan Ajarkan Puasa Usia 3-12 Tahun

Renatha Swasty • 26 Februari 2026 14:21
Ringkasnya gini..
  • Pengenalan puasa pada anak harus menjadi momen pembelajaran yang menyenangkan.
  • Puasa pada anak mesti disesuaikan dengan kesiapan fisik serta psikologis anak.
  • Selain aspek mental, pemenuhan gizi yang seimbang menjadi kunci utama agar anak tetap bugar selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
Jakarta: Memasuki bulan suci Ramadan, para orang tua sering kali dihadapkan pada tantangan untuk mengenalkan ibadah puasa kepada buah hati mereka. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan bahwa pengenalan puasa pada anak tidak boleh dilakukan secara drastis. 
 
Sebaliknya, proses ini harus menjadi momen pembelajaran yang menyenangkan dan disesuaikan dengan kesiapan fisik serta psikologis anak agar tidak mengganggu masa pertumbuhannya. Pentingnya pendampingan orang tua dalam hal ini bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang menanamkan nilai-nilai spiritualitas dan disiplin sejak dini. 
 
KemenPPPA mengingatkan setiap anak memiliki ambang batas ketahanan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan yang suportif sangat diperlukan untuk membangun kemandirian anak tanpa memberikan tekanan yang berlebihan, sehingga ibadah yang dijalankan tetap terasa bermakna bagi mereka.

Selain aspek mental, pemenuhan gizi yang seimbang juga menjadi kunci utama agar anak tetap bugar selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Oleh karena itu, KemenPPPA memberikan panduan yang mencakup tahapan usia belajar puasa hingga tips menyusun menu sahur dan buka puasa yang sehat berikut ini.

Tahapan belajar puasa sesuai jenjang usia

Dalam panduan yang diunggah melalui akun Instagram @kemenpppa, KemenPPPA membagi tahapan belajar puasa menjadi empat kategori utama berdasarkan usia anak:

1. Mengenalkan konsep puasa pada anak berusia 3-6 tahun

Orang tua diharapkan dapat fokus mengajak anak ikut sahur, memberikan contoh nyata, menjelaskan makna puasa dengan bahasa sederhana, dan menciptakan suasana Ramadan yang hangat di rumah.

2. Latihan ringan untuk anak usia 7-9 tahun

Pada usia ini, anak mulai diajak berpuasa setengah hari atau hingga waktu Zuhur. Penting bagi orang tua untuk memberi jeda makan yang lebih lama dan memastikan kebutuhan hidrasi anak tetap tercukupi.
   

3. Latihan lebih lama saat anak berusia 10-12 tahun

Pada usia ini, anak mulai mencoba puasa penuh. Namun, orang tua harus mengajarkan anak untuk mengenali sinyal tubuh; jika terasa sangat lemas, anak diperbolehkan membatalkan puasa demi kesehatan.

4. Melakukan puasa wajib setelah pubertas

Masa di mana puasa mulai diwajibkan, yaitu sekitar usia 8-13 tahun untuk perempuan dan 9-14 tahun untuk laki-laki dengan tetap menjaga pola tidur, nutrisi optimal, dan hidrasi yang baik.

5. Tips memenuhi kebutuhan gizi anak

Agar kondisi fisik anak tetap prima, KemenPPPA menyarankan beberapa langkah dalam mengatur pola makan:
  1. Pastikan menu sahur dan buka puasa mengandung gizi seimbang
  2. Orang tua diharapkan dapat memberikan aneka ragam jenis pangan, seperti karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta air dengan proporsi makanan yang seimbang.
  3. Orang tua diimbau membatasi konsumsi makanan cepat saji atau jajanan yang mengandung tinggi gula, garam, dan lemak
  4. Tetap ajak anak melakukan aktivitas fisik ringan menjelang waktu berbuka agar tubuh tidak kaku.
KemenPPPA juga mengingatkan orang tua untuk segera meminta anak membatalkan puasa jika muncul gejala-gejala seperti sangat lemas dan pusing, dehidrasi, nyeri kepala yang hebat, hingga sulit berkonsentrasi. Hal ini penting karena kemampuan setiap anak berbeda-beda dalam merespons perubahan pola makan.
 
Melalui pola asuh yang suportif dan komunikasi yang hangat, diharapkan anak-anak Indonesia dapat menjalani Ramadan dengan sehat, aman, dan penuh kegembiraan. (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan