Asah Kemandirian Lewat
Asah Kemandirian Lewat "Spirit of Adventure" di Bromo

Pelajar Ibu Kota Asah Kemandirian Lewat "Spirit of Adventure" di Bromo

Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 September 2026 22:58
Ringkasnya gini..
  • Belajar tidak selalu harus dibatasi oleh empat dinding ruang kelas.
  • Rutinitas seperti renungan pagi di alam terbuka menjadi sarana bagi siswa untuk lebih menghargai keindahan ciptaan Tuhan.
  • Kegiatan ini sukses memadukan unsur edukasi dan rekreasi secara seimbang.
Jakarta: Belajar tidak selalu harus dibatasi oleh empat dinding ruang kelas. Menyadari hal ini, sebanyak 1.096 siswa dari 17 SMPK PENABUR Jakarta diajak keluar dari rutinitas akademis untuk menyelami makna kehidupan secara langsung lewat program “Spirit of Adventure”.

Berlangsung sejak 9 hingga 21 September 2026, kegiatan ini membawa rombongan siswa ke Sanja Desa Tosari, sebuah kawasan asri di kaki Gunung Bromo. Di sini, mereka tidak sekadar menikmati keindahan alam pegunungan, tetapi juga belajar beradaptasi dengan ritme kehidupan warga lokal dan kekayaan budaya Suku Tengger.

Menumbuhkan Empati dengan Menjadi Warga Desa

Perjalanan ini dimulai dengan tantangan fisik yang melatih kesabaran, yakni menempuh perjalanan kereta selama 12 jam dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Malang, bersama teman-teman baru dari berbagai cabang sekolah. Namun, pembelajaran sesungguhnya baru dimulai saat mereka tiba di desa.

Kepala Jenjang SMPK PENABUR Jakarta, Ferry Marwanti, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar para siswa dapat mempraktikkan rasa syukur melalui aksi nyata.

“Siswa diajak mensyukuri hidup dengan cara tinggal bersama penduduk desa, sebuah kondisi yang jauh berbeda dengan keseharian mereka di kota besar. Setiap siswa tinggal bersama 'ayah dan ibu' baru. Di sinilah rasa simpati, empati, dan jiwa kemandirian mereka diasah secara langsung,” ujar Ferry.

Ia juga menambahkan bahwa rutinitas seperti renungan pagi di alam terbuka menjadi sarana bagi siswa untuk lebih menghargai keindahan ciptaan Tuhan.

Belajar dari Alam: Panen Kentang hingga Sains di Ruang Terbuka

Selama berada di Sanja Desa Tosari, aktivitas siswa dipenuhi dengan kegiatan luar ruang yang edukatif dan aplikatif. Pendekatan belajar berbasis pengalaman (experiential learning) ini mengajak rombongan memanen kentang, mengukur kapasitas tanaman dalam menyerap karbondioksida, hingga mengapresiasi kesenian lokal seperti Monel, Reog Ponorogo, dan Bala Gandrung. Puncaknya, mereka diajak menikmati fenomena matahari terbit yang ikonis di Bromo.

Amelia Roberta, siswa SMPK PENABUR Summarecon Bekasi, membagikan keseruannya saat mempraktikkan pelajaran sains langsung di alam. "Aku baru saja mengikuti kegiatan mengukur tanaman penyerap karbondioksida. Menggunakan meteran dan rumus khusus, kita jadi tahu seberapa banyak emisi yang bisa diserap oleh sebatang pohon," ungkap Amelia yang berhasil memecahkan tantangan tersebut dengan cepat bersama rekannya.

Pengalaman hidup jauh dari modernitas kota juga dirasakan oleh Rachel Jefanya Naibaho, siswa SMPK 5 PENABUR. “Di sini dinginnya alami, beda dengan di rumah yang harus pakai AC,” ceritanya.

Baginya, panen kentang menjadi kegiatan favorit yang memberikan kecakapan hidup (life skill) baru. Bersama teman-teman serumahnya yang berasal dari sekolah berbeda, ia berinisiatif membagi tugas—mulai dari mencari bahan, memotong, membuat adonan, hingga memasak. “Ini kegiatan yang sangat berguna. Kalau kita sudah besar nanti, kita jadi tahu cara mandiri mencari dan mengolah makanan sendiri,” tambahnya.

Membentuk Karakter Profil "BEST"

Bagi para peserta, kegiatan ini sukses memadukan unsur edukasi dan rekreasi secara seimbang. Zefanya Humala Salomo Tambunan dan Richelle Nathania Tandy, siswa SMPK PENABUR Depok, mengakui bahwa realita perjalanan ini sangat sesuai dengan ekspektasi mereka. "Bisa melihat pemandangan indah, dapat teman baru, naik jeep, dan belajar kehidupan baru dengan warga desa—pokoknya seru!" antusias mereka.

Lebih dari sekadar wisata alam, “Spirit of Adventure” merupakan medium komprehensif bagi SMPK PENABUR Jakarta untuk mencetak profil siswa yang BEST:

Be Tough: Mengembangkan karakter tangguh, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab melalui berbagai tantangan adaptasi di luar kelas.

Excel Worldwide: Mengasah kemampuan kepemimpinan, berpikir kritis, serta problem solving melalui interaksi langsung dengan lingkungan baru.

Share with Society: Menumbuhkan kemampuan berkolaborasi, berkomunikasi, dan menghargai keberagaman budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Trust in God: Meningkatkan rasa syukur kepada Sang Pencipta melalui penghayatan mendalam terhadap alam, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Suku Tengger.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan