Ilustrasi salat (Medcom).
Ilustrasi salat (Medcom).

Ini Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan

Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 September 2026 20:00
Ringkasnya gini..
  • Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
  • Sejumlah masyarakat memilih melakukan salat istisqa sebagai salah satu ikhtiar untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
  • Selain salat, rangkaian istisqa juga disertai khutbah dan doa untuk memohon ampunan serta turunnya hujan.

Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering. Memasuki awal September 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa kondisi panas dan kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia.

Sebelumnya, BMKG juga mencatat sekitar 80 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Pada periode 25-27 Agustus 2026, sedikitnya terdapat 15 laporan kejadian karhutla yang tersebar di delapan provinsi. Kondisi kering tersebut turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

 

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah masyarakat memilih melakukan salat istisqa sebagai salah satu ikhtiar untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Pada Selasa, 1 September 2026, sekitar 350 umat Muslim di Singkawang, Kalimantan Barat, melaksanakan salat istisqa di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla. Salat tersebut dilakukan sebagai bentuk doa bersama agar hujan segera turun.

Lantas, apa itu salat istisqa dan bagaimana niat serta tata caranya?

Apa Itu Salat Istisqa?

Salat istisqa adalah salat sunnah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, terutama ketika suatu wilayah mengalami kekeringan atau kemarau berkepanjangan.

Dalam kondisi seperti kemarau dan kekeringan yang dapat memperbesar risiko karhutla, salat istisqa dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual umat Islam untuk memohon turunnya hujan yang membawa manfaat.

Pelaksanaannya umumnya dilakukan secara berjamaah di tempat terbuka. Selain salat, rangkaian istisqa juga disertai khutbah dan doa untuk memohon ampunan serta turunnya hujan.

Niat Salat Istisqa

Salat istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Berikut niat yang dapat dibaca:

أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal istisqaa'i rak'ataini mustaqbilal qiblati imaaman/makmuman lillaahi ta'aalaa.

Artinya:

"Aku niat salat sunnah istisqa dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala."

Untuk pelaksanaan sebagai imam atau makmum, lafaz niat dapat disesuaikan dengan posisi masing-masing.

Tata Cara Salat Istisqa

Secara umum, salat istisqa terdiri dari dua rakaat dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Dilaksanakan Secara Berjamaah

Salat istisqa umumnya dilakukan secara berjamaah di tanah lapang. Sebelum pelaksanaan, umat juga dianjurkan memperbanyak istighfar, berdoa, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

2. Tidak Menggunakan Azan dan Iqamah

Berbeda dengan salat wajib berjamaah, salat istisqa tidak didahului dengan azan maupun iqamah.

3. Membaca Niat

Sebelum memulai salat, jamaah membaca niat salat istisqa dua rakaat karena Allah SWT.
 

4. Rakaat Pertama

Setelah takbiratul ihram, imam melakukan tujuh kali takbir tambahan. Setelah itu, salat dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an, kemudian melakukan gerakan salat seperti biasa hingga rakaat pertama selesai.

5. Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, dilakukan lima kali takbir tambahan. Setelah itu, bacaan dan gerakan salat dilanjutkan seperti salat pada umumnya hingga salam.

6. Dilanjutkan dengan Khutbah

Setelah salat selesai, rangkaian salat istisqa dilanjutkan dengan khutbah. Dalam khutbah tersebut, umat diajak untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

Doa Memohon Hujan

Salah satu doa yang dapat dipanjatkan ketika memohon hujan adalah:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ

Allahummasqinaa ghaitsaan mughiitsan marii'an marii'an naafi'an ghaira dhaarr.

Artinya:

"Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membahayakan."

Doa tersebut menggambarkan harapan agar hujan yang turun bukan hanya menyelesaikan kekeringan, tetapi juga memberikan manfaat dan tidak menimbulkan bencana baru.

Salat Istisqa Di Tengah Karhutla

Selain di Singkawang, ajakan untuk melaksanakan salat istisqa juga muncul di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kementerian Agama setempat mengajak masyarakat melakukan salat istisqa di tengah kepungan asap karhutla dan kondisi kemarau. Salat tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon hujan dan keberkahan.

Di Mempawah, sejumlah masyarakat juga menggelar salat istisqa pada 1 September 2026 di tengah kemarau dan kabut asap akibat karhutla.

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat memadukan ikhtiar spiritual dengan upaya menghadapi kondisi lingkungan yang sedang sulit.

Meski demikian, salat istisqa bukan berarti menjadi satu-satunya upaya dalam menghadapi karhutla. Penanganan kebakaran hutan dan lahan tetap membutuhkan tindakan nyata, seperti pencegahan kebakaran, pemadaman titik api, pengelolaan lahan yang aman, serta perlindungan masyarakat dari dampak asap.

 

(Vira Farhatul Maula)

 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan