Sejumlah negara bahkan sudah selangkah lebih maju dengan menerapkan teknologi canggih dalam jaringan kereta mereka. Hasilnya tidak hanya dirasakan oleh penumpang, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian negara secara keseluruhan.
Kunci keberhasilannya terletak pada dua hal, yaitu infrastruktur yang mumpuni dan kedisiplinan dalam pengelolaan operasional. Setiap aspek diperhatikan dengan cermat untuk memastikan penumpang tiba di tujuan tepat waktu dan dengan selamat.
Kombinasi keduanya terbukti mampu mengubah kereta api dari sekadar alat transportasi menjadi simbol kemajuan sebuah bangsa. Negara yang berhasil mengelola keduanya dengan baik cenderung memiliki kualitas hidup masyarakat yang lebih tinggi.
Tidak heran, banyak negara berlomba-lomba memperbaiki sistem perkeretaapian dengan mengikuti standar tersebut. Lantas, negara-negara mana saja yang memiliki sistem kereta api terbaik dan paling efisien di dunia? Simak informasinya berikut ini.
Negara dengan Sistem Perkeretaapian Unggulan
Mengutip unggahan akun Instagram @kobieducation, berikut deretan negara yang memiliki sistem kereta api terbaik dan paling efisien di dunia:1. Jepang
Jepang dikenal sebagai negara dengan sistem kereta api paling presisi di dunia. Salah satu kuncinya adalah teknologi keamanan otomatis yang mampu mendeteksi gempa dan langsung menghentikan kereta dalam hitungan detik. Pemeriksaan teknis dilakukan setiap hari, sementara perbaikan dikerjakan pada malam hari agar tidak mengganggu operasional.Di sisi sumber daya manusia, Jepang menerapkan metode pointing and calling atau shisha kanko, yaitu teknik kerja yang terbukti efektif menekan kesalahan manusia. Setiap kesalahan sekecil apa pun langsung dievaluasi secara sistematis agar tidak terulang kembali.
2. Hong Kong
Meski dikenal sebagai salah satu kota terpadat di dunia, Hong Kong berhasil mempertahankan sistem kereta yang rapi dan terorganisir. Banyak jalurnya sudah menggunakan teknologi tanpa pengemudi, didukung sistem kontrol terpusat dan pemantauan secara real-time.Keunggulan Hong Kong bukan hanya pada teknologi keretanya, tetapi juga pada desain stasiunnya yang modern dan efisien. Jalurnya dirancang untuk memaksimalkan kapasitas tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang, menjadikannya salah satu studi kasus transportasi perkotaan yang paling sering dikaji dunia.
3. Swiss
Swiss unggul dalam hal konektivitas karena jaringan keretanya tidak hanya menghubungkan kota-kota besar, tetapi juga menjangkau kawasan terpencil seperti pegunungan Alpen. Infrastrukturnya dirancang khusus untuk bertahan di kondisi cuaca dan medan yang ekstrem.Di balik itu semua, ada dukungan pemerintah yang sangat kuat berupa subsidi besar dan investasi berkelanjutan. Kebijakan pro-publik yang diterapkan juga berhasil mendorong masyarakat Swiss untuk lebih memilih kereta dibanding kendaraan pribadi.
4. Korea Selatan
Korea Selatan terus berinovasi dengan mengadopsi teknologi digital dan sistem cerdas dalam jaringan keretanya. Desain jalur, stasiun, dan teknologi yang digunakan selalu mengikuti standar paling mutakhir, membuat perjalanan semakin cepat dan praktis.Yang menarik, tarif kereta di Korea Selatan tergolong terjangkau meski kualitas layanannya tetap berada di level tertinggi. Sistem transportasinya juga terintegrasi dengan baik antara KTX, Metro, dan kereta komuter sehingga perpindahan antarmoda terasa mulus.
5. Singapura
Singapura menerapkan konsep Transit-Oriented Development (TOD), karena stasiun MRT dirancang berdekatan dengan kawasan hunian, perkantoran, dan pusat perbelanjaan. Pendekatan ini membuat kereta menjadi pilihan utama warga karena benar-benar terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari.Ketepatan waktu dijaga melalui teknologi otomatis, pemeliharaan rutin yang ketat, serta sistem pemantauan real-time yang aktif sepanjang waktu. Standar operasional yang disiplin inilah yang membuat Singapura konsisten masuk dalam daftar sistem kereta terbaik di dunia.
Peluang Studi Ilmu Perkeretaapian di Luar Negeri
Bagi Sobat Medcom yang tertarik mendalami bidang ini, berikut universitas ternama yang membuka program khusus di bidang teknik dan manajemen perkeretaapian:1. University of Birmingham, Inggris
Menawarkan program Railway Systems Engineering dan Integration yang mencakup sistem sinyal, operasi, hingga infrastruktur rel secara menyeluruh.2. Southwest Jiaotong University, Tiongkok
Berfokus pada Railway Engineering dengan keahlian di bidang kereta cepat dan pengelolaan jaringan rel berskala besar.3. University College London, Inggris
Memiliki program Railway Operations, Management dan Policy yang membahas kebijakan transportasi rel dalam konteks pengembangan kota pintar.4. The University of Tokyo, Jepang
Menawarkan program Transport Engineering dengan penekanan pada sistem kereta presisi tinggi serta teknologi keselamatan dan ketepatan waktu.Jurusan Perkeretaapian di Indonesia
Selain di luar negeri, Indonesia juga memiliki sejumlah perguruan tinggi yang membuka program studi di bidang perkeretaapian. Berikut beberapa pilihannya dikutip dari laman brainacademy.id:1. Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI)
PTDI merupakan kampus vokasi di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang berfokus pada pendidikan transportasi darat. Tersedia tiga program studi yang bisa dipilih sesuai minat, seperti D3 Manajemen Transportasi Jalan, D3 Manajemen Transportasi Perkeretaapian, dan D4 Transportasi Darat.2. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI)
Masih berada di bawah Kemenhub, PPI hadir sebagai kampus yang secara khusus mencetak tenaga ahli di bidang perkeretaapian. Lulusannya dibekali kemampuan mulai dari perencanaan, perawatan, pengujian, inspeksi, hingga audit sehingga terbuka peluang berkarier di instansi pemerintah maupun perusahaan perkeretaapian nasional dan internasional.PPI menawarkan empat program studi, seluruhnya berjenjang D3, seperti D3 Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian, D3 Teknologi Elektro Perkeretaapian, D3 Manajemen Transportasi Perkeretaapian, dan D3 Teknologi Mekanika Perkeretaapian.
3. Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
Program Studi Teknik Perkeretaapian ITERA resmi berdiri pada 2020 dan menawarkan jenjang S1. Fokus pembelajarannya mencakup manajemen, sistem operasi, prasarana, hingga mekanik perkeretaapian.Materi kurikulumnya terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi terkini, mencakup bidang seperti sistem persinyalan, elektronik kereta api, desain kendaraan rel, hingga manajemen proyek investasi perkeretaapian.
4. Universitas Pancasila
Universitas Pancasila melalui Fakultas Teknik membuka Program Studi Teknik Perkeretaapian jenjang S1. Program ini lahir dari inisiatif untuk menjawab kebutuhan industri perkeretaapian nasional yang terus berkembang, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Kemenhub hingga perusahaan-perusahaan besar seperti PT LEN, PT Adhi Karya, dan PT INKA dalam proses pembentukannya.Sobat Medcom, itulah informasi mengenai negara-negara yang memiliki sistem kereta api paling baik dan efisien di dunia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News