Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir - Medcom.id/Intan Yunelia.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir - Medcom.id/Intan Yunelia.

Badan Riset Nasional Ditargetkan Berdiri di 2020

Pendidikan Riset dan Penelitian
Intan Yunelia • 04 Juli 2019 16:07
Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menargetkan penggabungan lembaga riset beserta kementerian terkait di bawah Badan Riset Nasional (BRN) dimulai tahun depan. Penggabungan menunggu pengesahan RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek).
 
“Mudah-mudahan mendapatkan persetujuan dari Paripurna DPR. Kalau sudah, kita implementasikan di tahun 2020 sampai seterusnya,” kata Nasir usai Pengukuhan Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) di Gedung D Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Tugas BRN tertuang di dalam RUU Sisnas Iptek. Terkait status lembaga independen atau di bawah Kemenristekdikti masih dibahas lebih lanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Nanti akan ada satu badan yang mengelola khusus riset yang ada di Indonesia. Apakah badan itu langsung dikendalikan oleh menteri atau badan tersendiri nanti itu presiden (yang memutuskan),” ujar Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.
 
(Baca juga:Pengembangan Riset dan Inovasi Butuh Libatkan Swasta)
 
Sementara soal pembagian anggaran untuk lembaga riset beserta kementerian masih didalami oleh DPR. Semua ketetapan mengenai riset ini tinggal menunggu keputusan dari DPR dan Presiden Joko Widodo.
 
“Apakah nanti BPPT dan LIPI akan berkooordinasi langsung pada Menristekdikti secara penganggarannya atau sendiri. Nanti kebijakan berikutnya. Yang jelas bagaimana kita integrasikan jadi satu,” terang Nasir.
 
Ia berharap dengan adanya BRN akan ada pengawasan terstruktur dan terfokus kepada lembaga riset. Sementara DRN bertugas untuk mengoordinasikan lembaga riset untuk bekerja sama dengan industri.
 
“Nanti tinggal saya menugasi LIPI produksi ini, Batan produksi ini dan BPPT ini. Ini lebih mudah dan anggaran bisa dikontrol mana yang tidak efisien kita pangkas. Mana yang tidak bermanfaat kita pangkas harus yang variable,” pungkasnya.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif