Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. DOK TVR Parlemen
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. DOK TVR Parlemen

Nilai TKA SMA Jeblok, Dosen di Kampus Keguruan Bakal Dievaluasi

Ilham Pratama Putra • 05 Februari 2026 12:14
Ringkasnya gini..
  • Jebloknya nilai TKA juga dipengaruhi kualitas pendidikan guru di kampus keguruan atau kampus-kampus yang memiliki Fakultas Ilmu Pendidikan.
  • Dosen-dosen yang mengajar di kampus keguruan tak boleh luput dari evaluasi karena dosen tersebutlah yang membentuk guru hari ini.
  • Kualitas dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga harus menjadi evaluasi.
Jakarta: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mesti dilakukan menyeluruh. Jebloknya nilai TKA bukan cuma perkara kemampuan murid dan cara belajar mengajar di sekolah.
 
Brian menilai jebloknya nilai TKA juga dipengaruhi kualitas pendidikan guru di kampus keguruan atau kampus-kampus yang memiliki Fakultas Ilmu Pendidikan. Dosen-dosen yang mengajar di kampus keguruan tak boleh luput dari evaluasi karena dosen tersebutlah yang membentuk guru hari ini.
 
"Kami sudah meminta beberapa dosen-dosen dari keguruan itu untuk melakukan evaluasi kira-kira seperti apa kurikulum dari pendidikan keguruan, kuliah keguruan ya," kata Brian dalam Rapar Kerja dengan Komisi X DPR RI dikutip dari YouTube TVR Parlemen, Kamis, 5 Februari 2026.

Dia mendorong kualitas kuliah keguruan bisa ditingkatkan agar lulusannya juga bisa berkualitas. "Untuk bisa meningkatkan kualitas guru-guru lulusannya yang akan nanti menjadi guru," ujar dia. 
 
Di samping itu, kualitas dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga harus menjadi perhatian. Hal ini bakal menjadi barang evaluasi.
 
"PPG jadi salah satu yang juga kami beri masukan itu adalah terkait TKA karena ini dapat dikaitkan dengan hasil TKA," ujar dia. 
 
Sebenarnya, seperti apa pengolahan nilai TKA 2025? Yuk simak penjelasannya!

Cara pengolahan TKA

Kepala Badan, Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin menjelaskan penskoran TKA menggunakan Item Response Theory (IRT) model 2 parameter logistics. Model ini tidak hanya menghitung jawaban benar.
 
"Tapi mempertimbangkan tingkat kesulitan dan daya beda butir soal," kata Toni dalam Taklimat Media di Jakarta, Senin 22 Desember 2025.
 
Model ini membuat jumlah jawaban benar tak berbanding lurus dengan skor yang didapatkan. Misalnya, dua murid dengan jumlah jawaban benar sama, namun berbeda butir soal akan mendapatkan skor berbeda.
 
"Metode ini mampu membedakan kemampuan secara lebih adil dan informatif," tutur Toni.
 
Skor para murid ini kemudian ditransformasikan menjadi nilai skala 0-100. Nilai batas kategori ditentukan melalui standar setting metode extended angof.
 
"Penentuann nilai batas melibatkan 125 orang guru bidang studi dari berbagai wilayah. Proses penentuan kategori dilakukan dengan prosedur baku, terdokumentasi dan iteratid dalam tiga putaran," sebut dia.
 
Nah seperti apa capaian nasional TKA para siswa di semua mata pelajaran? Berikut datanya:

Rerata capaian nasional TKA SMA 2025 semua mapel

Mapel wajib

  1. Bahasa Indonesia: 55,38
  2. Matematika: 36,10
  3. Bahasa Inggris: 24,93

Mapel pilihan

  1. PPKN: 60,91
  2. Antropologi: 70,43
  3. Projek Kreatif dan Kewirausahaan: 56,34
  4. Bahasa Indonesia (Lanjut): 68,02
  5. Matematika (Lanjut): 39,32
  6. Bahasa Inggris (Lanjut): 45,23
  7. Biologi: 54,40
  8. Sosiologi: 60,07
  9. Ekonomi: 31,68
  10. Kimia: 34,92
  11. Sejarah: 62,72
  12. Fisika: 37,65
  13. Geografi: 70,36
  14. Bahasa Arab: 64,97
  15. Bahasa Jepang: 55,21
  16. Bahasa Mandarin: 57,56
  17. Bahasa Jerman: 36,59
  18. Bahasa Korea: 28,55
  19. Bahasa Prancis: 45,05. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan