Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan). Foto: presiden.go.id
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan). Foto: presiden.go.id

Presiden Prabowo Perintahkan Pembaruan Buku Ajar SD-SMA, Minta Kualitas Fisik dan Materi Ditingkatkan

Renatha Swasty • 07 Agustus 2026 18:58
Ringkasnya gini..
  • Presiden Prabowo menginstruksikan pembaruan fisik dan konten buku pelajaran SD-SMA agar lebih awet, mudah dibaca, dan menarik.
  • Pemerintah membandingkan buku nasional dengan negara tetangga guna meningkatkan kualitas sains, teknologi, dan bahasa asing.
  • Budaya wajib membaca dan merangkum buku sejak dini akan digalakkan kembali di sekolah bekerja sama dengan Kementerian Dikdasmen.
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia. Prabowo menemukan buku pelajaran yang ada sekarang bahannya mudah rusak bahkan rusak dan tulisannya kecil-kecil.
 
"Sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya,” beber Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dikutip dari laman presiden.go.id, Jumat, 8 Agustus 2026.
 
Teddy mengungkapkan Prabowo menginstruksikan agar dilakukan perbandingan antara buku ajar Indonesia dengan buku ajar dari negara-negara tetangga. Hal ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.

“Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik,” kata Teddy.
 
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Kepala Negara memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi. Selain itu, peningkatan kemampuan berbahasa asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.
  “Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris,” kata Pras.
 
Kepala Negara juga menginginkan kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan. Buku ajar diharapkan memiliki tampilan lebih menarik, ukuran huruf lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
 
“Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya,” jelas dia.
 
Pras mengungkapkan perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan tidak terlepas dari kebiasaan membaca yang telah ditanamkan sejak kecil dalam lingkungan keluarganya. Menurut dia, budaya membaca secara rutin menjadi salah satu nilai yang kini ingin kembali digalakkan di lingkungan pendidikan nasional.
 
“Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua,” beber Pras.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan