“Tadi saya dari kantor hanya 5 kilometer, tetapi masih ada anak-anak yang putus sekolah,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Politeknik STIA LAN, Rabu 22 April 2026.
Temuan ini menjadi ironi di tengah akses pendidikan yang seharusnya lebih mudah di perkotaan. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan yang masih nyata, sekaligus dapat menggambarkan kondisi yang lebih parah di daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T).
“Bahkan ada yang belum pernah sekolah dan tidak lulus sampai SMP,” ujarnya.
| Baca juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Intip Jumlah Siswa dan Kurikulumnya |
Pemerintah menilai hal ini tidak bisa dibiarkan. Diperlukan langkah konkret untuk mengatasinya.
“Itulah yang tidak diinginkan Presiden,” ucap Teddy.
Sekolah Rakyat kata dia menjadi solusi yang disiapkan pemerintah. Program ini menyasar anak-anak yang terpinggirkan.
“Salah satu caranya adalah adanya sekolah rakyat ini,” katanya.
Program ini diharapkan membuka akses pendidikan. Anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah bisa kembali belajar.
| Baca juga: Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Cek Langsung Fasilitas Belajar di SRT 9 Banjarbaru |
“Semua anak harus punya kesempatan,” tegasnya.
Selain pendidikan, fasilitas juga disiapkan. Termasuk tempat tinggal dan kebutuhan dasar.
“Anak-anak akan dijamin tempat tinggal dan makanannya,” ujarnya.
Dengan fasilitas tersebut, siswa bisa fokus belajar. Pemerintah ingin menciptakan lingkungan yang mendukung.
“Insyaallah mereka akan berhasil ke depan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News