Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. MTVN/Kautsar Widya Prabowo
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. MTVN/Kautsar Widya Prabowo

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Intip Jumlah Siswa dan Kurikulumnya

Renatha Swasty • 13 Januari 2026 14:15
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 unit Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada Senin, 12 Januari 2026. Program ini digulirkan sebagai upaya negara memfasilitasi hak pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memastikan latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang prestasi akademik.
 
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, dari semua K/L (Kementerian/Lembaga) yang telah bekerja mewujudkan langkah ini. Ini adalah terobosan untuk memberikan dampak nyata," ujar Prabowo dalam sambutannya dikutip rilis Sekretariat Kabinet, Selasa, 13 Januari 2026.
 
Dalam peresmian tersebut, para siswa Sekolah Rakyat menunjukkan dengan fasilitas tepat, mereka memiliki kompetensi yang setara dengan siswa lainnya. Hal ini dibuktikan melalui pidato empat siswa menggunakan bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab, serta peluncuran novel karya siswa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan operasional sekolah ini telah berjalan sejak Juli 2025. Hal ini untuk memastikan kesiapan sistem sebelum diresmikan secara nasional.
 
"Total 166 titik tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Saat ini menampung 15.954 siswa, didukung 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan," jelas Gus Ipul, sapaan karib Saifullah Yusuf. 
 
Berdasarkan data dari laman resmi sekolahrakyat.kemensos.go.id, Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama penuh (boarding school). Peserta didik merupakan anak-anak dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem yang lolos seleksi.
 
Sekolah ini menerapkan pendekatan kurikulum yang disesuaikan (tailor-made) dengan kebutuhan peserta didik. Kurikulum tersebut mencakup tiga muatan:
  1. Kurikulum Persiapan: Asesmen kesiapan fisik, mental, dan akademik (Talent Mapping)
  2. Kurikulum Sekolah Formal: Mengacu pada standar nasional pendidikan (Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler)
  3. Kurikulum Asrama: Fokus pada penguatan karakter, kemandirian, dan penguasaan bahasa
Tenaga pengajar direkrut dari berbagai jalur profesional, termasuk Guru ASN, PPPK, dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), untuk menjamin standar kualitas pengajaran yang kompetitif.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen negara dalam menyediakan keadilan sosial di sektor pendidikan, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. (Sultan Rafly Dharmawan)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan