Dilansir dari laman Antara, kedatangan Kepala Negara disambut dengan prosesi baris berbaris oleh para siswa yang tampil berseragam jas almamater merah marun lengkap dengan atribut seperti pin logo SR di dada kiri, nama siswa di kanan, tanda kepangkatan di bahu, dasi merah marun, kemeja putih, celana putih bergaris merah, dan baret merah berlogo SR.
Prabowo sempat memperbaiki posisi seragam sejumlah siswa yang kurang rapi. Termasuk, posisi baret, kerah kemeja, hingga dasi.
Presiden Prabowo didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Luar Negeri Sugiono meninjau satu per satu ruang kelas dan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar siswa yang tersedia di bangunan sekolah setinggi tiga lantai bercorak merah putih itu.
Di ruang kelas pertama, Presiden meninjau siswa kelas X yang sedang belajar Bahasa Inggris lengkap dengan fasilitas laptop, layar PC hingga layar pintar. Dalam satu ruang kelas, terdapat 25 siswa yang dibagi ke dalam lima baris kursi belajar serta satu guru pembimbing mata pelajaran.
Kegiatan belajar berlangsung interaktif melalui pemutaran film animasi berjudul Moana hingga tanya jawab soal yang sedang diikuti serius para siswa. Komunikasi yang digunakan bilingual Inggris-Indonesia.
Selanjutnya, Presiden Prabowo meninjau ruang perpustakaan, mengecek layar pintar digital bernama Anjungan Baca Digital yang terkoneksi langsung dengan semua koleksi buku di Perpustakaan Nasional di Jakarta.
Presiden juga menyaksikan peragaan mesin kehadiran kelas berbasis digital lengkap dengan kamera oleh dua orang pelajar sekolah rakyat.
"Bagus di zaman saya belum ada," kata Prabowo merespons penjelasan mesin absensi tersebut dikutip dari laman Antara, Senin, 12 Januari 2026.
Prabowo juga meninjau ruang laboratorium untuk mengecek peralatan pendukung belajar serta berdialog dengan siswa. Kepala Negara meminta para siswa tidak ragu bertanya kepada guru terkait segala hal.
"Kamu suka sekolah ini? Bisa mengikuti pelajaran? Kalau tidak mengerti tanya guru ya, jangan malu bertanya," pesan Presiden kepada salah satu siswa.
Sekolah tersebut juga menyediakan mini bank dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang menawarkan layanan edukasi perbankan hingga program bank sampah kepada pelajar.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai ruang belajar yang layak, terjangkau, dan inklusif, sekaligus instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis memutus rantai kemiskinan antar generasi. Program ini merupakan inisiatif pemerintah bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 DTSEN.
Pada 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi. Tersebar di Sumatra 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.
Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 14.846 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News