Bagi Sobat Medcom yang tertarik mendaftar, penting untuk mengetahui profil sekolah serta rincian biaya pendidikan yang perlu disiapkan. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai biaya pendidikan, yuk kenalan dulu dengan SMA Taruna Nusantara dan sejarah berdirinya sekolah bergengsi ini.
Sejarah SMA Taruna Nusantara?
Melansir dari laman lpttn.or.id, gagasan mendirikan SMA Taruna Nusantara pertama kali dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan pada masa itu, Jenderal TNI LB Moerdani pada 20 Mei 1985 di Pendopo Agung Taman Siswa Yogyakarta. Iamemiliki visi untuk membangun institusi pendidikan yang mampu mendidik generasi terbaik dari berbagai penjuru Indonesia dan menghasilkan lulusan yang dapat meneruskan cita-cita para Proklamator kemerdekaan.Untuk mewujudkan gagasan tersebut, dibuatlah kesepakatan bersama antara TNI dan Perguruan Taman Siswa. Taman Siswa dipilih karena merupakan organisasi pendidikan pertama yang berdiri di Indonesia.
Dari kesepakatan ini, lahirlah sebuah lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) yang diresmikan melalui Akta Notaris Koesbiono Sarmanhadi, S.H., M.H. Nomor 116/Pdr/P/Not/1990/PN. Jaksel. Tanggal 24 Februari 1990, dengan pembaruan Nomor 21 Akta Notaris Wenda Taurusita Amidjaja, S.H. Nomor C-204.Ht.03.05-TH.2004.
Pada 23 Juli 2004 lembaga ini menjadi perwujudan nyata dari visi Jenderal TNI LB Moerdani yang kemudian mengawasi berjalannya proses pendidikan di sekolah ini.
Dalam perkembangannya, SMA Taruna Nusantara akhirnya resmi berdiri dan diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) pada masa itu, Jenderal Try Sutrisno pada tahun 1990. Kampus sekolah ini menempati area seluas 18,5 hektare yang terdiri dari kompleks akademis, asrama siswa, serta kompleks perumahan untuk pamong dan guru, di atas tanah milik Akademi Militer yang lokasinya tidak jauh dari tempat tersebut.
Selama enam tahun pertama beroperasi, Taruna Nusantara hanya menerima siswa laki-laki dengan jumlah sekitar 245 orang. Namun mulai tahun 1996, LPTTN mengambil kebijakan baru dengan membuka kesempatan bagi siswa putri dengan menerima angkatan pertama sebanyak 70 orang. Untuk mengakomodasi perubahan ini, area sekolah diperluas menjadi 23 hektare agar dapat menampung fasilitas yang dibutuhkan.
Untuk menarik siswa terbaik dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia, LPTTN pada awalnya menawarkan program beasiswa penuh kepada siswa yang diterima dengan dukungan pendanaan dari TNI yang memiliki kekuatan politik dan finansial yang solid. Para tenaga pengajar atau pamong juga menerima gaji di atas rata-rata beserta fasilitas penunjang lainnya.
Namun, setelah terjadinya krisis ekonomi dan perubahan politik di tahun 1997, LPTTN menghadapi kendala keuangan sehingga pada tahun 2001 menghentikan kebijakan beasiswa penuh tersebut. Saat ini, siswa terpilih yang memiliki keterbatasan finansial tetap dapat memperoleh beasiswa yang diberikan oleh individu, perusahaan, maupun pemerintah daerah.
Meskipun sekolah ini sering disebut sebagai sekolah semi-militer, kurikulum yang diterapkan tidak sepenuhnya berbasis militer. SMA Taruna Nusantara menggunakan sistem kurikulum yang ditetapkan oleh kementerian pendidikan sehingga pada dasarnya setara dengan SMA lainnya.
Meski begitu, SMA Taruna Nusantara memiliki beberapa perbedaan yang cukup mencolok seperti kesatuan dari seluruh elemen pendidikan dan sistem khas yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta kegiatan sekolah secara umum. Berbeda dengan anggapan umum, lulusan sekolah ini tidak memiliki kewajiban untuk memilih jalur militer sebagai kelanjutan pendidikannya.
Bahkan, sebagian besar lulusan SMA Taruna Nusantara melanjutkan pendidikan di institusi non-militer, meskipun persentase yang memilih jalur militer tetap lebih besar dibandingkan dengan lulusan SMA lain pada umumnya. Kini, SMA Taruna Nusantara telah berkembang dengan membuka beberapa kampus di berbagai daerah di Indonesia.
Lokasi sekolah tersebar di Kampus Magelang, Kampus Cimahi, Kampus Malang, Kampus IKN di Kalimantan Timur, dan Kampus Minahasa di Sulawesi Utara, serta Kampus Pagar Alam di Sumatera Selatan.
Nah, setelah mengenal profil dan sejarah SMA Taruna Nusantara, sekarang saatnya membahas biaya pendidikan yang perlu disiapkan, khususnya untuk kampus yang berada di Malang.
Biaya Pendidikan SMA Taruna Nusantara Malang
Melansir dari laman Media Indonesia, biaya masuk di SMA Taruna Nusantara Malang bervariasi tergantung pada jalur pendaftaran yang dipilih. Terdapat tiga jalur pendaftaran yang tersedia, yaitu Jalur Beasiswa, Jalur Iuran Sekolah, dan Jalur Kontribusi Khusus.Berikut ini rincian biaya untuk masing-masing jalur berdasarkan informasi terbaru untuk tahun ajaran 2025/2026.
Jalur Beasiswa
- Uang Pangkal: Gratis
- Uang Komite Sekolah: Gratis
- Biaya Operasional Pendidikan (SPP): Gratis
- Sumbangan Sukarela: Sesuai kemampuan, dibayar satu kali saat diterima
Jalur Iuran Sekolah
- Uang Pangkal: Rp50.000.000 (dibayar satu kali)
- Uang Komite Sekolah: Rp1.000.000 (dibayar satu kali)
- Biaya Operasional Pendidikan (SPP): Rp5.000.000 per bulan
- Sumbangan Sukarela: Sesuai kemampuan, dibayar satu kali
Jalur Kontribusi Khusus
- Uang Pangkal: Rp50.000.000 (dibayar satu kali)
- Uang Komite Sekolah: Rp1.000.000 (dibayar satu kali)
- Uang Kontribusi Khusus: Rp125.000.000 (dibayar satu kali)
- Biaya Operasional Pendidikan (SPP): Rp5.000.000 per bulan
- Sumbangan Sukarela: Sesuai kemampuan, dibayar satu kali
Perlu dicatat bahwa biaya-biaya tersebut sudah mencakup fasilitas asrama, makan tiga kali sehari, seragam, buku pelajaran, serta fasilitas sekolah seperti laboratorium dan lapangan olahraga. Tidak ada biaya tambahan lain yang dibebankan selama masa pendidikan.
Informasi ini berdasarkan biaya yang berlaku tahun ajaran 2024/2025, sehingga disarankan untuk mengecek situs resmi SMA Taruna Nusantara Malang guna mendapatkan pembaruan informasi untuk tahun ajaran 2025/2026.
Setelah mengetahui rincian biaya, berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa mendaftar di SMA Taruna Nusantara Malang.
Persyaratan Masuk SMA Taruna Nusantara Malang
Untuk dapat mendaftar di SMA Taruna Nusantara Malang, calon siswa harus memenuhi berbagai persyaratan sebagai berikut:Syarat Akademis:
1. Nilai RaporCalon siswa memiliki rata-rata nilai minimal 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA pada semester 1 hingga 4 SMP. Nilai per semester minimal 80.
2. Prestasi
Apabila nilai rapor kurang dari 85, calon siswa dapat mendaftar dengan menunjukkan prestasi minimal tingkat kabupaten dalam bidang akademik, olahraga, seni, atau organisasi seperti ketua OSIS. Nilai rapor minimal 80 dan tidak ada nilai di bawah 75.
3. Usia
Siswa maksimal berusia 17 tahun pada bulan Juli 2025.
4. Tes IQ
Memiliki skor minimal 110 (opsional, namun menjadi nilai tambah). Tes harus dikeluarkan oleh anggota HIMPSI dan berlaku maksimal 6 bulan sebelum mendaftar.
5. Kesehatan
Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah atau militer, maksimal 14 hari sebelum mendaftar.
Dokumen yang diperlukan
Calon siswa perlu menyiapkan dokumen-dokumen berikut dalam format digital (PDF, maksimal 2 MB):- Pasfoto 4x6 dengan seragam sekolah, latar belakang biru
- Foto seluruh badan ukuran 4R dengan seragam sekolah, bersepatu, tanpa topi
- Surat keterangan sehat dari dokter
- Kartu pelajar atau surat keterangan dari sekolah
- Akta kelahiran
- Nilai rapor semester 1 hingga 4 (legalisir)
- Bukti penghasilan orang tua (khusus jalur beasiswa, contohnya slip gaji 3 bulan terakhir)
- Sertifikat prestasi (apabila ada)
Proses Seleksi
Proses seleksi di SMA Taruna Nusantara Malang mencakup beberapa tahapan, yakni tes akademik yang mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA, tes psikologi, tes kesehatan, tes samapta (fisik), serta wawancara. Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi pensisru.tarunanusantara.id dengan biaya pendaftaran gratis.Nah, itulah biaya pendidikan SMA Taruna Nusantara Malang yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat yaa! (Bramcov Stivens Situmeang)
Baca Juga :
SMA Taruna Nusantara Buka Kampus Malang, Intip Profil dan Fasilitas Sekolah yang Diresmikan Presiden
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News