"JPPI menyatakan keprihatinan sekaligus kemarahan publik atas kembali melonjaknya kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari ini," kata Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Januari 2026.
Bahkan, pada awal tahun ini anak korban MBG telah mencapai ribuan orang. Padahal, siswa belum genap bersekolah selama dua minggu.
"Bahkan belum capai pertengahan bulan, jumlah korban sudah menembus lebih dari 1.000 anak," beber Ubaid.
Dia mengungkapkan kasus paling banyak terjadi di Grobogan Jawa Tengah. Anak yang menjadi korban keracunan di kabupaten tersebut sebanyak 658.
"Disusul Mojokerto sebanyak 261 korban, Semarang 75 korban, dan Kendari 66 korban anak," papar Ubaid.
Menurutnya, kejadian ini bukan sekadar insiden teknis. Namun, terdapat pengawasan yang lemah terhadap keselamatan anak-anak.
"Ini bukan sekadar insiden teknis. Ini adalah soal nyawa anak-anak Indonesia yang seharusnya dijamin keselamatannya oleh negara," tegas Ubaid.
Ia berharap negara tidak mereduksi kejadian keracunan tersebut. Data korban bukan sekadar deretan angka statistik.
"Setiap korban adalah tubuh anak yang muntah, pusing, lemas, trauma, dan kehilangan rasa aman di sekolah," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News