Sebelum membahas rincian formasi. Yuk kenalan terlebih dahulu dengan IPDN yang dikutip dari laman spcp.ipdn.ac.id dan Instagram @humasipdn.id:

Sekolah Kedinasan IPDN. Dok IPDN
IPDN
IPDN merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri. Kampus ini berlokasi di Jalan Ir. Soekarno KM 20, Cibeusi, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.Sejarah IPDN berawal dari sekolah pendidikan Pamong Praja pada masa Hindia Belanda pada 1920. Lembaga itu kemudian berkembang menjadi Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada 1956 dan ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) pada 1992.
Pada 2004, STPDN digabungkan dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004. Sejak saat itu, lembaga ini menggunakan nama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Setelah mengetahui profil singkatnya, lantas berapa alokasi formasi Calon Praja IPDN 2026? Simak rinciannya di bawah ini.
Alokasi Formasi Calon Praja IPDN 2026
IPDN menyediakan total 1.410 formasi dalam SPCP Tahun 2026. Rinciannya terdiri atas 1.200 kuota untuk 32 provinsi di luar wilayah Papua dan 210 kuota untuk wilayah Papua.Alokasi tercantum dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.2.1-2004 Tahun 2026 tentang Alokasi Formasi Calon Praja pada Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2026.
Berikut rincian alokasi formasi Calon Praja IPDN 2026 untuk 32 provinsi di luar Papua:
Di luar wilayah Papua
- Aceh: 54 formasi
- Sumatera Utara: 74 formasi
- Sumatera Barat: 46 formasi
- Riau: 32 formasi
- Kepulauan Riau: 22 formasi
- Jambi: 30 formasi
- Sumatera Selatan: 42 formasi
- Kepulauan Bangka Belitung: 22 formasi
- Bengkulu: 28 formasi
- Lampung: 38 formasi
- DKI Jakarta: 20 formasi
- Jawa Barat: 62 formasi
- Banten: 24 formasi
- Jawa Tengah: 78 formasi
- D.I. Yogyakarta: 18 formasi
- Jawa Timur: 84 formasi
- Kalimantan Barat: 36 formasi
- Kalimantan Tengah: 36 formasi
- Kalimantan Timur: 28 formasi
- Kalimantan Selatan: 34 formasi
- Kalimantan Utara: 18 formasi
- Bali: 26 formasi
- Nusa Tenggara Barat: 28 formasi
- Nusa Tenggara Timur: 52 formasi
- Sulawesi Selatan: 56 formasi
- Sulawesi Tengah: 34 formasi
- Sulawesi Utara: 38 formasi
- Gorontalo: 20 formasi
- Sulawesi Tenggara: 42 formasi
- Sulawesi Barat: 20 formasi
- Maluku: 30 formasi
- Maluku Utara: 28 formasi
- Jumlah: 1200 formasi
Kuota Papua OAP dan NON OAP
Untuk wilayah Papua, kuota 210 formasi itu dirinci berdasarkan status Orang Asli Papua (OAP) dan Non-OAP di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota pada enam provinsi. Berikut rinciannya:Provinsi Papua
- Provinsi Papua: 7 OAP, 7 Non-OAP
- Kabupaten Biak Numfor: 3 OAP
- Kabupaten Jayapura: 3 OAP
- Kabupaten Keerom: 3 OAP
- Kabupaten Kepulauan Yapen: 3 OAP
- Kabupaten Mamberamo Raya: 3 OAP
- Kabupaten Sarmi: 3 OAP
- Kabupaten Supiori: 3 OAP
- Kabupaten Waropen: 3 OAP
- Kota Jayapura: 3 OAP
- OAP: 34, Non-OAP: 7
Provinsi Papua Barat
- Provinsi Papua Barat: 7 OAP, 7 Non-OAP
- Kabupaten Fakfak: 3 OAP
- Kabupaten Kaimana: 3 OAP
- Kabupaten Manokwari: 3 OAP
- Kabupaten Manokwari Selatan: 3 OAP
- Kabupaten Pegunungan Arfak: 3 OAP
- Kabupaten Teluk Bintuni: 3 OAP
- Kabupaten Teluk Wondama: 3 OAP
- OAP: 28, Non-OAP: 7
Provinsi Papua Tengah
- Provinsi Papua Tengah: 7 OAP, 7 Non-OAP
- Kabupaten Deiyai: 3 OAP
- Kabupaten Dogiyai: 3 OAP
- Kabupaten Intan Jaya: 3 OAP
- Kabupaten Mimika: 3 OAP
- Kabupaten Nabire: 3 OAP
- Kabupaten Paniai: 3 OAP
- Kabupaten Puncak: 3 OAP
- Kabupaten Puncak Jaya: 3 OAP
- OAP: 31, Non-OAP: 7
Provinsi Papua Pegunungan
- Provinsi Papua Pegunungan: 7 OAP, 7 Non-OAP
- Kabupaten Jayawijaya: 3 OAP
- Kabupaten Lanny Jaya: 3 OAP
- Kabupaten Mamberamo Tengah: 3 OAP
- Kabupaten Nduga: 3 OAP
- Kabupaten Pegunungan Bintang: 3 OAP
- Kabupaten Tolikara: 3 OAP
- Kabupaten Yahukimo: 3 OAP
- Kabupaten Yalimo: 3 OAP
- OAP: 31, Non-OAP: 7
Provinsi Papua Selatan
- Provinsi Papua Selatan: 7 OAP, 7 Non-OAP
- Kabupaten Asmat: 3 OAP
- Kabupaten Boven Digoel: 3 OAP
- Kabupaten Mappi: 3 OAP
- Kabupaten Merauke: 3 OAP
- OAP: 19, Non-OAP: 7
Provinsi Papua Barat Daya
- Provinsi Papua Barat Daya: 7 OAP, 7 Non-OAP
- Kabupaten Maybrat: 3 OAP
- Kabupaten Raja Ampat: 3 OAP
- Kabupaten Sorong: 3 OAP
- Kabupaten Sorong Selatan: 3 OAP
- Kabupaten Tambrauw: 3 OAP
- Kota Sorong: 3 OAP
- OAP: 25, Non-OAP: 7

Ilustrasi Pamong Praja Muda IPDN. DOK YouTube Sekretariat Presiden
Rincian Formasi Berdasarkan Program Studi
Selain dibagi berdasarkan wilayah, alokasi Calon Praja IPDN 2026 tersebar dalam 10 program studi. Berikut rinciannya:- D-IV Administrasi Pemerintahan Daerah: 144 formasi
- D-IV Keuangan Publik: 144 formasi
- D-IV Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik: 140 formasi
- D-IV Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik: 145 formasi
- D-IV Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat: 135 formasi
- D-IV Politik Indonesia Terapan: 134 formasi
- D-IV Praktek Perpolisian Tata Pamong: 138 formasi
- D-IV Studi Kebijakan Publik: 146 formasi
- D-IV Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil: 137 formasi
- D-IV Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan: 147 formasi
Jadwal Seleksi IPDN 2026
- Pengumuman Jadwal SKD (Lokasi, Waktu dan Sesi Ujian): 18-21 September 2026
- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD): 22 September-7 Oktober 2026
- Pengumuman hasil SKD: Oktober 2026
- Verifikasi faktual dan tes bahasa Inggris: Oktober 2026
- Tes kesehatan tahap I: Oktober 2026
- Tes psikologi, integritas, dan kejujuran: Oktober 2026
- Seleksi Penentuan Akhir (Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, Wawancara) di Kampus IPDN Jatinangor: Oktober-November 2026
- Pengumuman kelulusan akhir dan registrasi calon praja: November 2026