Presiden Prabowo Subianto di Muktamar ke-35 NU. Foto: Kemenag
Presiden Prabowo Subianto di Muktamar ke-35 NU. Foto: Kemenag

Prabowo Minta Maaf kepada NU, Banyak Pesantren Belum Terima Papan Interaktif Digital

Citra Larasati • 01 September 2026 15:27
Ringkasnya gini..
  • Presiden Prabowo meminta maaf karena sekolah NU dan pesantren tertinggal soal fasilitas layar interaktif.
  • Prabowo pastikan seluruh ruang kelas sekolah NU akan segera dilengkapi layar canggih setara sekolah negeri.
  • Kemenag dukung digitalisasi pesantren lewat pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren yang baru.
Jakarta: Digitalisasi pendidikan mutlak menjadi hak seluruh pelajar, tak terkecuali bagi mereka yang menimba ilmu di lingkungan madrasah dan pesantren. Ketimpangan fasilitas teknologi inilah yang mengusik perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pekan lalu.

Secara terbuka di hadapan para kiai, santri, serta jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Presiden Prabowo menyampaikan penyesalannya karena bantuan teknologi berupa panel layar interaktif belum merata menyentuh institusi pendidikan NU.

"Saya, saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama. Minta maaf karena saya baru tahu bahwa layar interaktif panel, banyak sekolah-sekolah, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima," kata Prabowo dikutip dari laman Kemenag, Selasa, 1 September 2026. 

Menyadari keterlambatan tersebut, Kepala Negara langsung memberikan jaminan konkret. Ia menegaskan bahwa ke depannya, santri di madrasah dan pesantren NU akan menikmati fasilitas ruang kelas digital yang persis sama dengan sekolah-sekolah negeri favorit.

"Tidak ada masalah, walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri," ujarnya.

Kemenag Siapkan Direktorat Khusus

Langkah pemerataan fasilitas ini langsung direspons selaras oleh Kementerian Agama. Pesantren diakui tak hanya memegang peran krusial sebagai pusat ilmu, tetapi juga benteng karakter bangsa. Untuk mempercepat akselerasi layanan pendidikan keagamaan ini, Kemenag telah menyiapkan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.

Unit kelembagaan khusus ini akan fokus menaungi pembinaan, pengembangan sumber daya, hingga memastikan eksekusi program-program mutakhir seperti pengadaan layar interaktif ini berjalan mulus di lapangan.

Selain menjanjikan lompatan teknologi, momen tersebut juga digunakan Presiden untuk memberikan penghormatan mendalam kepada pahlawan pendidikan akar rumput yang selama ini luput dari atensi publik.

"Saya ingin menyampaikan penghormatan saya kepada para kiai dan ulama. Yang terkenal maupun yang mungkin namanya tidak pernah masuk layar televisi, tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita," ungkap Presiden.

Muktamar ke-35 NU ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan mengusung tema besar “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan