Pencapaian tersebut diraih setelah Nathan mulai mengajar di perguruan tinggi saat masih berusia 18 tahun. Rekor itu sekaligus mengalahkan catatan yang telah bertahan selama ratusan tahun.
Seperti apa profil Nathan Thomas hingga perjalanan akademiknya? Simak informasi berikut:
Profil Nathan Thomas
Nathan Thomas berasal dari Florida, Amerika Serikat. Nathan lahir pada 9 September 2004.Ia memulai pendidikan tinggi melalui program Dual Enrollment di Miami Dade College. Melansir unggahan Instagram @kobieducation, Nathan meraih gelar Sarjana (S1) dan Magister (S2) Teknik Elektro (Electrical Engineering) di Florida International University (FIU).
Kedua jenjang tersebut diselesaikannya dengan predikat Honors. Saat ini, Nathan tengah menempuh pendidikan Juris Doctor (JD) atau Doktor Hukum di University of Miami School of Law.
| Baca juga: Profil Destry Damayanti, Ekonom UI yang Jadi Plt Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur |
Perjalanan Akademik Nathan Thomas
Resmi jadi profesor termuda di dunia
Nathan Thomas dinobatkan sebagai Profesor Termuda di dunia oleh Guinness World Records setelah mulai mengajar mata kuliah COP 2270: C for Engineers di Miami Dade College pada Agustus 2023. Saat itu, usianya baru 18 tahun 346 hari.
Rekor tersebut diumumkan secara resmi oleh Guinness World Records pada 23 Juli 2026. Pencapaian Nathan memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Colin Maclaurin dan Alia Sabur sebagai profesor termuda di dunia.
Sudah kuliah sejak usia 10 tahun
Perjalanan akademik Nathan dimulai jauh lebih awal ketimbang kebanyakan orang. Saat baru berusia 10 tahun, Nathan mengikuti program Dual Enrollment di Miami Dade College.
Program tersebut memungkinkan siswa mengambil mata kuliah tingkat perguruan tinggi sejak usia sekolah. Kemudian pada usia 18 tahun, Nathan berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dan magisternya di bidang Teknik Elektro dengan predikat Honors.
Mengajar mahasiswa seusianya saat baru berusia 18 tahun
Ketika sebagian besar remaja seusianya baru memulai kuliah, Nathan justru telah berdiri di depan kelas sebagai dosen. Ia mengaku usia bukanlah hambatan dalam proses belajar mengajar karena semua orang di kelas memiliki tujuan yang sama, yaitu belajar.
Tertarik STEM sejak kecil dan kini melanjutkan studi hukum
Nathan mengatakan ketertarikannya pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sudah tumbuh sejak kecil. Matematika menjadi mata pelajaran favoritnya, sementara kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai insinyur menjadi inspirasi terbesar dalam perjalanan akademiknya.
Kini, di usia 21 tahun, Nathan masih mengajar daring sambil melanjutkan pendidikan Juris Doctor di University of Miami School of Law. Meski mendalami ilmu hukum, Nathan tidak meninggalkan latar belakang tekniknya.
Saat ini, ia masih bercita-cita berkarier di bidang hukum kekayaan intelektual yang berkaitan dengan STEM. Nathan menilai ilmu teknik membantunya menganalisis persoalan hukum secara sistematis.
| Baca juga: Presiden Bentuk Universitas Republik Indonesia, Intip Profil Gubernur URI Donny Ermawan |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda