Direktur Humas dan Protokoler Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Desayu Eka Surya. Tangkapan layar.
Direktur Humas dan Protokoler Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Desayu Eka Surya. Tangkapan layar.

Penjelasan Unikom Soal Viral Uang Wisuda Daring Mahal

Ilham Pratama Putra • 05 Oktober 2020 14:47
Jakarta: Direktur Humas dan Protokoler Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Desayu Eka Surya angkat bicara terkait biaya wisuda daring mereka yang menuai polemik. Desayu menjelaskan besaran biaya dengan total Rp3.770.000 itu ditetapkan dengan asumsi wisuda bakal digelar secara langsung.
 
"Kita ikhtiar ya harapannya memang wisuda dilaksanakan secara langsung dengan luring begitu ya. Karena kita juga ingin mewujukan keinginan mahasiswa untuk menggelar wisuda secara langsung," terang Desayu dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Namun, karena kondisi pandemi virus korona (covid-19) yang belum mereda, maka alternatif untuk menggelar wisuda secara daring akhirnya dipilih. Biaya tidak dikurangi, karena kebutuhan wisuda daring juga membutuhkan biaya yang besar.

Baca: Viral, Video Seorang Ibu 'Ngamuk' Perkara Mahalnya Uang Wisuda di Unikom
 
"Jadi biaya itu sudah kita tetapkan jauh sebelum pandemi. Dan biaya itu memang sapa seperti tahun-tahun sebelumnya dan tidak ada kenaikan," jelasnya.
 
Yang membuat biaya tak bisa berkurang ialah distribusi toga, ijazah, masker hingga face shield ke setiap rumah wisudawan yang mencapai 2.040 orang. Dia pun menjelaskan paket itu tidak bisa dihilangkan karena asumsi wisuda tetap digelar luring.
 
"Kenapa masker dan face shield tetap dikirimkan, ya karena kami masih berupaya dan ingin wisuda digelar langsung, makanya kami pesan secara khusus. Hingga akhirnya ternyata memang wisuda harus tetap luring dan paket wisuda itu sudah tidak bisa dikurangi," sambung Desayu.
 
 

Menurut dia, dalam menggelar wisuda secara daring Unikom juga membutuhkan biaya untuk infrastruktur tambahan. Misalnya, biaya pembuatan video hingga tambahan perangkat komputer dan lain sebagainya.
 
Polemik biaya wisuda daring ini ramai dibicarakan sejak munculnya sebuah video seorang ibu yang marah-marah sambil memegang toga untuk wisuda anaknya yang kuliah di Unikom (Universitas Komputer Indonesia) Bandung diunggah oleh akun @dessykusuma52 di TikTok sejak Jumat, 2 Oktober 2020. Video tersebut kemudian viral di Twitter dengan diikuti tagar #unikom dan #WisudaUnikomMahal.
 
Video tersebut berisi seorang ibu yang mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dibayarkan untuk wisuda daring (online) anaknya yang kuliah di Unikom, Bandung. Besaran uang wisuda tersebut dinilai tidak wajar untuk sebuah wisuda online, karena mencapai Rp3.770.000 dan hanya mendapatkan satu baju toga dan masker.
 
Baca: Rektor PTS: Biaya Wisuda Daring Lebih Murah
 
"Imbalannya lah untuk orang tua, penguji untuk orang tua, hasil keringat orang tua yang biayain anak cuma dikasih ini. Demi Allah untuk para atasan di Unikom, demi Allah Saya enggak ridho dan enggak ikhlas kalau uang saya enggak dipulangin. Ini 3.770.000 hanya dapat ini doang. Pak takut keselek ya makan uang penghasilan Saya. Tolong untuk para pejabat di Unikom pulangin uang kami orang tua mahasiswa. itu hak kami," ungkap ibu yang terekam dalam video tersebut.
 
Video tersebut sempat menjadi trending Twitter, kemudian di-retweet oleh warganet dan diikuti dengan sejumlah komentar dan kritikan pedas.
 
"Kritik diblok, komentar dihapus. Cuma mau minta kejelasan rincian dana wisuda syukur-syukur bisa cashback, yg Rp3,8 juta kurang Rp30 ribu ini yakali wisuda online disamain bayarannya kayak wisuda offline. PTS lain aja masih under Rp1,5 juta bayar wisudanya," kata akun @purjie17 dalam cuitannya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan