Tenda sekolah darurat. Dok. Satgas PRR Kemendagri
Tenda sekolah darurat. Dok. Satgas PRR Kemendagri

Rp1,9 Triliun Dialirkan untuk Revitalisasi 2.792 Sekolah Pascabencana Sumatra

Ilham Pratama Putra • 09 Mei 2026 07:23
Ringkasnya gini..
  • Satgas PRR Pascabencana Sumatera telah menyalurkan Rp1,9 triliun untuk revitalisasi tahap pertama di 2.792 di Aceh, Sumut, Sumbar
  • Total terdapat 4.922 satuan pendidikan terdampak, namun seluruh sekolah dipastikan tetap menjalankan pembelajaran
  • Pemerintah mempercepat rehabilitasi sekolah melalui kolaborasi lintas sektor seperti TNI AD
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat revitalisasi fasilitas pendidikan terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total fasilitas pendidikan terdampak di tiga provinsi ini mencapai 4.922 satuan pendidikan. 
 
Meski menghadapi dampak kerusakan cukup besar, seluruh sekolah terdampak dipastikan tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan capaian 100 persen. Baik di sekolah asal, kelas darurat, tenda pendidikan, maupun lokasi belajar sementara.
 
Hingga kini, sebanyak 3.002 sekolah telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp2,86 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.792 sekolah telah menerima penyaluran dana revitalisasi tahap pertama.

"Revitalisasi tahap pertama dengan total dana tersalurkan mencapai Rp1,9 triliun," kata Juru Bicara Satgas PRR Amran dalam keterangannya, Jumat 8 Mei 2026. 
 
Baca juga: Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 Prioritas pada Sekolah Terdampak Bencana dan Daerah 3T

Di Aceh, revitalisasi telah berjalan di 2.012 sekolah. Adapun total anggaran untuk revitalisasi sekolah di Aceh sebesar Rp1,98 triliun. 
 
Sementara di Sumatera Utara revitalisasi dilakukan terhadap 658 sekolah. Adapun anggaran yang dikucurkan sebesar Rp600,9 miliar. 
 
Di Sumatera Barat, sebanyak 332 sekolah jadi target revitalisasi. Adapun dukungan anggaran untuk perbaikan sekolah di Sumatera Barat sebesar Rp281,7 miliar.
 
Amran mengatakan percepatan revitalisasi sekolah terus didorong pemerintah melalui Satgas PRR. Karena pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas dalam pemulihan pascabencana.
 
“Fasilitas pendidikan terdampak memang cukup besar. Karena itu proses pembangunan dan rehabilitasi terus didorong agar penyelesaiannya bisa berlangsung cepat,” ujar Amran.
 
Baca juga: Kemendikdasmen dan TNI AD Sepakat Percepat Pembangunan 267 Sekolah Terdampak Banjir Sumatra

Percepatan revitalisasi juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Termasuk bersama TNI Angkatan Darat. 
 
Sebanyak 2.606 sekolah direvitalisasi secara swakelola. Sementara 267 sekolah kategori rusak berat dan relokasi ditangani melalui kerja sama dengan TNI AD.
 
Amran menjelaskan, proses pembangunan sekolah terdampak dilakukan secara bertahap karena harus menyesuaikan kondisi di lapangan. Mulai dari pembersihan lahan hingga pembangunan kembali untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat.
 
“Kalau rusak berat tentu membutuhkan pembangunan baru sehingga tidak bisa langsung ditempati. Karena itu ada beberapa sekolah yang sementara direlokasi untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan,” pungkasnya.
 
Satgas PRR memastikan percepatan revitalisasi fasilitas pendidikan akan terus dilakukan secara masif. Agar para siswa di wilayah terdampak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA