Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Kemendikdasmen dan TNI AD Sepakat Percepat Pembangunan 267 Sekolah Terdampak Banjir Sumatra

Ilham Pratama Putra • 06 Maret 2026 07:30
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen dan TNI Kerjasama untuk pembangunan sekolah terdampak bencana Sumatera
  • Sekolah yang dibangun dan diperbaiki sebanyak 267
  • Ditargetkan pembangunan sekolah selesai pada Oktober 2026
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dan Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKST) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Kerjasama ini guna mempercepat proses pembangunan sekolah di daerah terdampak bencana Sumatera di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.
 
"Jadi kerja sama ini untuk mempercepat proses pembangunan sekolah di daerah terdampak bencana yang dalam kategori rusak berat dan juga relokasi sekolah," sebut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, di kantor Kemendikdasmen, Kamis 5 Maret 2026. 
 
Adapun jumlah pembangunan sekolah yang rusak ini mencapai 267 unit. Adapun target penyelesaian sekolah tersebut diperkirakan pada bulan Oktober 2026. 
 
Baca juga: Kemendikdasmen Targetkan Pemulihan Pendidikan di Wilayah Terdampak Banjir Sumatra dalam 3 Tahun

Fajar menjelaskan jika 267 sekolah tersebut tersebar di 3 provinsi terdampak. Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. 

"Target kami itu bulan Oktober itu akan selesai. Tim sangat optimis bisa menyelesaikan dalam waktu yang sudah kita targetkan," tuturnya. 
 
Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat Rachmad Zulkarnaen menerangkan jika Komando Daerah (Kodam) Militer di 3 provinsi akan dikerahkan untuk perbaikan sekolah. Pun sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan hal tersebut. 
 
"Jadi dengan kerja sama ini kami melanjutkan itu berupaya mempercepat pelaksanaan pembangunan, rehab sekolah," ungkapnya.  
 
Ia menjelaskan dalam prosesnya, personil yang diterjunkan akan sesuai dengan kebutuhan proses pembangunan sekolah. Ia berharap seluruh proses pembangunan sekolah itu berjalan lancar. 
 
Baca juga: Guru Terdampak Banjir Sumatra Terima Tunjangan Khusus Rp6 Juta

"Kita harapkan dengan kesepakatan ini, semua berjalan dengan semestinya," pungkasnya.  
 
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan pemulihan terhadap kondisi pendidikan juga membutuhkan waktu. Ditargetkan pemulihan berlangsung dalam 3 tahun, mengacu pada lini masa yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP).
 
"Mungkin kita target pemulihan ini sama dengan BNPB, 3 tahun," sebut kata Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen Jamjam Muzaki dalam Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Tangerang Selatan, Minggu 2 Maret 2026.
 
Namun di tahun ini kata dia, yang diprioritaskan adalah pemulihan sarana dan prasarana pendidikan. Hal itu juga akan didukung dengan penyesuaian kebijakan.
 
Secara spesifik ia menyoroti kondisi di Aceh Tamiang yang sebagian jembatannya belum tersambung.  Hal itu membuat para guru harus menyeberangi sungai dengan bantuan tali.
 
"Dengan menggunakan sling gitu ya, jadi kayak tambang gitu, menggunakan sling saja," tuturnya.
 
Di samping itu, pihaknya berupaya bagaimana akses tersebut bisa pulih. Termasu memberikan pendampingan sosial kepada warga sekolah yang terdampak.
 
"Jadi guru dan siswanya banyak yang jadi korban. Kalau di bencana ini kan ada yang meninggal, ada yang hilang, ada yang luka-luka dirawat, rumahnya rusak, mengungsi, dan sebagainya," terangnya.
 
Untuk membantu akses pendidikan secara darurat, pihaknya menerangkan saat ini sudah didirikan tenda darurat untuk menjalankan pendidikan. Setidaknya ada 168 tenda yang sudah disalurkan.
 
"Kami sudah distribusi sekitar 168 tenda dan mungkin saat ini masih ada banyak sekolah yang ada di tenda gitu ya. Juga ada 44 sekolah yang kita bangunkan ruang kelas darurat jadi semi permanen untuk sementara sampai proses pemulihan berjalan," jelasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan