Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jamjam Muzaki, mengatakan pemulihan terhadap kondisi pendidikan membutuhkan waktu. Pihaknya menargetkan pemulihan berlangsung dalam tiga tahun mengacu lini masa yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP).
"Mungkin kita target pemulihan ini sama dengan BNPB, 3 tahun," sebut Muzaki dalam Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Tangerang Selatan, Minggu, 2 Maret 2026.
Tahun ini, diprioritaskan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan dengan didukung penyesuaian kebijakan. Muzaki menyoroti kondisi di Aceh Tamiang yang sebagian jembatannya belum tersambung.
Baca Juga :
Akses Jalan di Aceh Tamiang Belum Pulih, Guru Mesti Menyeberangi Sungai Pakai Tali Demi Sampai ke Sekolah
Hal itu membuat para guru harus menyeberangi sungai dengan bantuan tali untuk sampai ke sekolah. "Dengan menggunakan sling gitu ya, jadi kayak tambang gitu, menggunakan sling saja," beber dia.
Pihaknya juga berupaya akses jalan bisa pulih, termasuk memberikan pendampingan sosial kepada warga sekolah yang terdampak.
"Jadi guru dan siswanya banyak yang jadi korban. Kalau di bencana ini kan ada yang meninggal, ada yang hilang, ada yang luka-luka dirawat, rumahnya rusak, mengungsi, dan sebagainya," kata Muzaki,
Dia mengatakan Kemendikdasmen sudah mendirikan tenda darurat untuk menggelar kegiatan belajar mengajar. Setidaknya, ada 168 tenda yang sudah disalurkan.
"Kami sudah distribusi sekitar 168 tenda dan mungkin saat ini masih ada banyak sekolah yang ada di tenda gitu ya. Juga ada 44 sekolah yang kita bangunkan ruang kelas darurat jadi semi permanen untuk sementara sampai proses pemulihan berjalan," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News