Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. Foto: BKHM
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. Foto: BKHM

Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 Prioritas pada Sekolah Terdampak Bencana dan Daerah 3T

Citra Larasati • 12 April 2026 21:09
Ringkasnya gini..
  • Program revitalisasi satuan pendidikan didukung anggaran sebesar Rp16,9 triliun.
  • HIngga saat ini, revitalisasi tersebut telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
  • Program ini mencakup pembangunan serta rehabilitasi berbagai sarana dan prasarana pendidikan.
Jakarta: Program revitalisasi satuan pendidikan didukung anggaran sebesar Rp16,9 triliun. HIngga saat ini, revitalisasi tersebut telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
 
Program ini mencakup pembangunan serta rehabilitasi berbagai sarana dan prasarana pendidikan, antara lain ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, fasilitas sanitasi, serta sarana pendukung lainnya.
 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan, program revitalisasi merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu, aman, dan merata di seluruh Indonesia.

“Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat, sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak,” ujar Mendikdasmen saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, dalam siaran persnya, dikutip Minggu,12 April 2026.
 
Di Kabupaten Pati misalnya, sebanyak 90 satuan pendidikan telah menerima manfaat program revitalisasi yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
 
Salah satu penerima manfaat, SMP Negeri 1 Gembong, Kabupaten Pati, telah merasakan dampak signifikan dari program revitalisasi, yang mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium komputer, Unit Kesehatan Siswa (UKS), serta fasilitas sanitasi.
 
Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, menyampaikan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi sarana dan prasarana sekolahnya mengalami kerusakan yang cukup berat dan berdampak pada proses pembelajaran.
 
“Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah kami mengalami kerusakan dari lantai hingga atap. Saat hujan, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu,” ujarnya.
 
Setelah dilakukan revitalisasi, ia menuturkan bahwa kondisi tersebut berubah secara signifikan dan memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi seluruh warga sekolah. “Setelah revitalisasi, pembelajaran menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Siswa merasa lebih senang berada di sekolah, dan suasana belajar menjadi lebih kondusif,” tambahnya.
 
Istiana juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan program revitalisasi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh sekolah.
 
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkualitas,” tuturnya.
 
Ia juga berharap program revitalisasi dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di berbagai daerah. “Kami berharap program ini dapat merata di seluruh Indonesia, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan aman tanpa kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah,” pungkasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penguatan sektor pendidikan di daerahnya.
 
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat. Bantuan revitalisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pati,” ujarnya.
 
Selain penguatan infrastruktur, Kemendikdasmen juga mendorong pemanfaatan data yang akurat sebagai dasar perencanaan program, sehingga pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
 
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
 
Baca juga:  103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta, Cek Daftar Lengkapnya di Sini

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan