Pameran diselenggarakan di bawah naungan Kedutaan Besar Negara Kuwait untuk Republik Indonesia dan dihadiri oleh Duta Besar Kuwait, Yang Mulia Khaled Jassim Al Yaseen, bersama sejumlah duta besar dan perwakilan misi diplomatik negara-negara sahabat, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, perwakilan International Islamic Charity Organization (IICO), serta sejumlah tokoh pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.
AGS Expo 2026 yang digelar di sekolah yang berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta ini memadukan proyek-proyek siswa, pertunjukan budaya, museum interaktif, dan berbagai kegiatan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa hubungan historis dan budaya serta kontribusi keilmuan antara Indonesia dan kawasan Timur Tengah, sekaligus mengubah pembelajaran yang mereka peroleh di dalam kelas menjadi pengalaman praktis yang dapat mereka presentasikan di hadapan masyarakat.
Kepala Sekolah Dasar Arabic Global School, Adit Suroto mengatakan, konsep pameran ini berangkat dari upaya menghadirkan sejarah dan peradaban kepada siswa dengan cara yang hidup dan tidak terbatas pada hafalan maupun penerimaan informasi semata.
“Kami ingin siswa mempelajari sejarah dan budaya melalui penelitian, pengalaman, dan keterlibatan secara langsung. Ketika seorang anak berdiri untuk menjelaskan proyeknya di hadapan pengunjung, ia tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi pada saat yang sama juga mengembangkan kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, keterampilan bekerja dalam tim, serta rasa tanggung jawab," kata Adit di AGS Jakarta.

AGS Expo 2026. Foto: AGS
Sejarah Hubungan antara Kedua Kawasan
Museum Peradaban menjadi salah satu bagian utama dalam AGS Expo 2026. Para siswa sekolah dasar mengajak para pengunjung mengikuti perjalanan edukatif melalui sejumlah stan yang membahas geografi Jazirah Arab dan kawasan Timur Tengah, jalur pelayaran pada masa lalu, perdagangan dan pertukaran budaya, hingga Indonesia dengan keberagaman budaya dan peradabannya.Museum tersebut juga menampilkan kontribusi para ilmuwan Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan pengetahuan secara umum, serta hubungan yang telah terjalin selama berabad-abad antara masyarakat Indonesia dan dunia Arab.
Museum ini menampilkan berbagai karya visual dan replika tiga dimensi, termasuk model kapal yang menggambarkan jalur pelayaran pada masa lalu. Selain itu, terdapat pula area yang menggambarkan suasana pasar tradisional pada masa lampau, dengan menampilkan berbagai contoh komoditas yang menjadi bagian dari aktivitas perdagangan dan pertukaran antara kedua kawasan, seperti rempah-rempah, wewangian, dan tekstil.
Para siswa sekolah dasar terlibat dalam menyiapkan sebagian proyek dan mempresentasikannya. Mereka juga berperan sebagai pemandu di dalam museum dengan menjelaskan kepada para tamu isi dari setiap stan serta apa yang telah mereka pelajari mengenai sejarah, budaya, dan hubungan antarkedua peradaban.
"Kami berupaya agar siswa tidak sekadar mengulang teks yang telah dihafalkan, tetapi benar-benar memahami gagasan yang mereka sampaikan dan mengungkapkannya dengan cara mereka sendiri. Bagi kami, yang terpenting adalah terlihatnya dampak pembelajaran melalui pemahaman anak, cara mereka berbicara, kemampuan mereka menjawab pertanyaan, serta berinteraksi dengan para pengunjung,” jelas Adit.
Pembukaan Resmi dan Pertunjukan Siswa
Hari pertama diawali dengan pembukaan resmi AGS Expo 2026 yang meliputi pembacaan Al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu kebangsaan Kuwait, lagu kebangsaan sekolah, sambutan resmi, serta pemutaran film pengenalan sekolah.Para siswa sekolah dasar juga menampilkan opera musikal “Parade Peradaban” dan pertunjukan busana tradisional yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

AGS Expo 2026. Foto: AGS
Rangkaian acara pembukaan kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tamu undangan, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda dibukanya Museum Peradaban dan dimulainya kunjungan resmi ke berbagai stan di dalamnya.
Penyelenggaraan AGS Expo 2026 juga bertepatan dengan peresmian sejumlah fasilitas pendidikan baru di sekolah, yaitu laboratorium sains, laboratorium komputer, dan perpustakaan. Fasilitas-fasilitas tersebut diresmikan oleh Yang Mulia Duta Besar Kuwait dengan dihadiri oleh para tamu undangan.
Hari Kedua Menghadirkan Anak-Anak dan Keluarga
Rangkaian AGS Expo 2026 berlanjut pada hari kedua melalui program yang terbuka bagi anak-anak dan keluarga. Kegiatan ini diikuti oleh siswa Taman Kanak-Kanak dan sekolah dasar, serta anak-anak peserta dari luar sekolah.Program tersebut menghadirkan berbagai perlombaan, antara lain lomba azan, mewarnai, dan spelling bee dalam bahasa Inggris, serta lomba nasyid, peragaan busana, dan pertunjukan tari budaya. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dalam lingkungan pendidikan yang mendukung dan sesuai dengan usia mereka.
Acara ini juga dilengkapi dengan berbagai stan interaktif dan bazar sekolah, serta informasi yang memungkinkan para pengunjung untuk mengenal lebih jauh program-program sekolah, lingkungan pendidikannya, dan mekanisme pendaftaran siswa baru.
Rangkaian AGS Expo 2026 ditutup dengan pengumuman hasil perlombaan, penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang, serta pemberian penghargaan kepada para peserta.
Sekolah Multibahasa untuk Semua Kewarganegaraan
Adit menegaskan bahwa penggunaan kata “Arab” dalam nama sekolah tidak berarti bahwa sekolah tersebut hanya diperuntukkan bagi siswa Arab atau anak-anak dari komunitas Arab. Ia menjelaskan bahwa sekolah menerima siswa dari berbagai kewarganegaraan dan latar belakang budaya."Bahasa Arab merupakan salah satu keunggulan pendidikan yang ditawarkan oleh sekolah, bukan merupakan persyaratan utama dalam penerimaan siswa. AGS terbuka bagi anak-anak dari semua kewarganegaraan, dan kami membantu mereka mempelajari bahasa Arab bersama dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam lingkungan yang multikultural," terangnya.
Arabic Global School menyelenggarakan pendidikan dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Pendidikan digelar dalam lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta bertujuan untuk mengembangkan anak secara akademik, linguistik, dan sosial.
Program pendidikan di sekolah ini memadukan kurikulum nasional Indonesia, materi dari Cambridge International, serta kurikulum bahasa Arab, dengan dukungan dari para guru penutur bahasa Arab.
Sekolah ini memiliki siswa yang berasal dari berbagai latar belakang dan kewarganegaraan, di antaranya Indonesia, Denmark, Palestina, Yaman, Maroko, dan Mesir. Keberagaman tersebut memberikan pengalaman belajar sehari-hari kepada para siswa dalam lingkungan yang multibahasa dan multikultural.
Memperluas Kerja Sama Pendidikan dan Budaya
AGS Expo merupakan salah satu program tahunan utama Arabic Global School. Pada penyelenggaraan tahun ketiganya, kegiatan ini hadir dengan konsep yang semakin erat dengan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), serta melibatkan partisipasi masyarakat dan perwakilan diplomatik yang lebih luas.Baca Juga :
MTQ Nasional XXXI 2026 Digelar di Semarang: Jadwal, Cabang Lomba, dan Lokasi
Sekolah berharap pameran ini dapat membuka peluang baru untuk menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah, institusi pendidikan, perwakilan diplomatik, dan organisasi kemasyarakatan. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pengalaman pendidikan yang diberikan kepada para siswa sekaligus memperkuat komunikasi dan hubungan budaya antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah.
Adit menegaskan, sekolah memandang pameran ini sebagai bagian dari proses pendidikan, bukan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri. “Keberhasilan pameran tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung yang hadir, tetapi juga dari apa yang dipelajari oleh para siswa selama proses persiapan dan keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut. Ketika siswa berubah dari sekadar penerima informasi menjadi peneliti, pembicara, dan penyaji informasi, maka kita dapat melihat dampak pendidikan secara nyata," tutupnya.
(Adinda Kinanthi)