Pencari kerja mencari lapangan pekerjaan saat berlangsungnya Pameran Job Fair, MI/Bary Fathahilah.
Pencari kerja mencari lapangan pekerjaan saat berlangsungnya Pameran Job Fair, MI/Bary Fathahilah.

BPS: Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran di Indonesia

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Desi Angriani • 06 Mei 2019 20:05
Jakarta: Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2019 tercatat turun menjadi 5,01 persen. Namun, jumlah pengangguran yang kini sebanyak 6,82 juta orang masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka tertinggi pada jenjang pendidikan SMK sebesar 8,63 persen, sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah sebesar 2,56 persen.
 
"Dilihat dari tingkat pendidikan Februari 2019, TPT untuk SMK masih tertinggi di antara tingkat pendidikan lain," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 5,18 persen, disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,19 persen.
 
Lebih lanjut, tingkat pengangguran dari lulusan pendidikan Diploma I/II/III tercatat sebesar 7,92 persen. Sedangkan dari lulusan universitas tingkat penganggurannya hanya 6,31 persen.
 
Baca:Kondisi 10.000 SMK Tak Ideal
 
Adapun secara keseluruhan, jumlah penduduk bekerja tumbuh 2,29 juta jiwa atau naik menjadi 129,36 juta jiwa. Angka tersebut lebih tinggi dari total penduduk bekerja pada Februari 2018 yang hanya 127,07 juta orang dan pada Februari 2017, yang berada lebih jauh di bawah yakni dengan capaian 124,54 juta penduduk bekerja.
 
"Jika dilihat dari perkembangan tahun lalu, ada pertumbuhan penduduk bekerja sebanyak 2,29 juta orang per Februari 2019," tambah dia.
 
Baca:Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur
 
Total penduduk bekerja sebanyak itu sebagian besar masih terkonsentrasi pada tiga lapangan kerja utama, yakni pertanian, kehutanan, perikanan dengan kontribusi 29,46 persen, perdagangan sebesar 18,92 persen, dan industri pengolahan 14,09 persen.
 
"Walaupun masih yang terbesar, lapangan kerja pertanian mengalami penurunan sebesar 1 persen. Adapun perdagangan, mengalami peningkatan 0,39 persen," pungkas Suhariyanto.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif