Direktur Pascasarjana dan Pengembangan Akademik ITS Heri Kuswanto menyampaikan, ditinjau dari tren yang ada, jumlah pendaftar semester gasal (ganjil) biasanya selalu lebih besar dari semster genap. Pendaftar biasanya mencapai ribuan untuk semester gasal dan dua ratusan pada semester genap.
"Nah, kita membandingkan dengan jumlah pendaftar pada semester genap tahun lalu terjadi kenaikan 300 persen dari 222 menjadi 705 pendaftar," papar Heri mengutip siaran pers ITS, Jumat, 26 Februari 2021.
Heri menerangkan, ITS saat ini punya 20 program studi doktor, 17 magister, dan satu PPI. Program studi (prodi) pasca yang konsisten jumlah pendaftarnya terbanyak adalah dari program doktor dan magister Manajemen Teknologi.
Baca: 11.071 Peserta SNMPTN 2021 Mengincar ITS
Namun, ada juga dari prodi pasca Teknik Mesin dan Teknik Elektro yang juga pendaftarnya sangat tinggi semester ini. "Namun rata-rata semua prodi pendaftarnya naik saat ini," tuturnya.
Inovasi yang dilakukan Direktorat Pascasarjana dan Pengembangan Akademik (Ditpaspa) ITS salah satunya adalah dengan melakukan diversifikasi program. Dalam setahun ini, ITS telah merancang program-program baru seperti jalur riset, Program Pendidikan Jarak Jauh (Kelas PJJ), Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta beasiswa.
"Tentunya juga kerja keras dari bapak/ibu di program studi terkait yang sudah sangat membantu promosi program pasca kita," tutur dosen lulusan sarjana dan doktor Statistika ITS ini.
Heri mengatakan, kelas PJJ merupakan salah satu program unggulan Pascasarjana ITS tahun ini. Dengan situasi pandemi sekarang, ini menjadi pilihan yang sangat bagus, terutama bagi calon mahasiswa yang terikat dengan pekerjaan. Dengan begitu, tidak dimungkinkan pindah ke Surabaya untuk kuliah atau meninggalkan pekerjaannya.
"Di semester ini ada 282 pendaftar (kelas PJJ), angka yang sangat fantastis untuk sebuah program yang baru dibuka, apalagi level pascasarjana," ujarnya.
Terkait peluang beasiswa, Heri menyampaikan bahwa hampir semua program studi di Pascasarjana ITS memiliki skema beasiswa kerja sama khusus dengan instansi tertentu. Misalnya, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan lainnya.
Di semester genap ini, Pascasarjana ITS hanya membuka beasiswa Fresh Graduate (FG). Kuota beasiswa FG ini direncanakan akan selalu naik setiap tahunnya. "Ke depan, untuk semester gasal dan genap 2021 kita akan membuka kuota sebanyak 250 beasiswa Fresh Graduate," jelasnya.
Pada semester gasal akan ada beberapa beasiswa yang ditawarkan selain FG misalnya fastrack, asisten peneliti, doktor untuk dosen ITS. Ada juga beasiswa untuk mahasiswa asing mulai semester depan.
"Ada banyak beasiswa yang bisa dimanfaatkan, sekarang beasiswa seharusnya bukan kendala lagi. Kesempatan lebih besar bagi yang memang niat studi lanjut." ungkapnya.
Baca: I-nose C-19 ITS Siap Diuji Cobakan di Rumah Sakit
Heri mengaku sempat pesimistis dengan peminat studi pascasarjana di ITS karena situasi ekonomi dan lainnya akibat pandemi. Namun, ternyata program-program yang telah dirancang berbuah manis. "Alhamdulillah pendaftarnya jauh melebihi ekspektasi atau target kami, ini berkat kerja keras semua elemen di ITS tentunya," ungkapnya.
Heri berharap jumlah mahasiswa Pascasarjana ITS akan naik signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini dalam rangka mendukung visi ITS sebagai research and innovation university.
"Bagaimana pun kontribusi mahasiswa pascasarjana sangat signifikan, utamanya dalam men-generate publikasi dan inovasi-inovasi melalui penelitian bersama dengan dosennya," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News