Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kemendikbudristek Diminta Serius Tuntaskan Kasus Kekerasan di SPN Dirgantara

Pendidikan Kekerasan Kekerasan di Sekolah SMK SMK Penerbangan SPN Dirgantara
Ilham Pratama Putra • 22 November 2021 17:07
Jakarta: Kasus Kekerasan di SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam, Kepulauan Riau. belum menemui titik terang. Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serius mengusut kasus kekerasan di sekolah tersebut.
 
"Inilah yang harus diselesaikan mestinya Kemendikbudristek serius bab ini," kata Fikri kepada Medcom.id, Senin, 22 November 2021.
 
Fikri pun sempat menyentil kontroversi terkait munculnya Permendikbudristek 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, lebih baik Kemendikbudristek menyelesaikan kasus kekerasan di lembaga pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan malah bikin Permendikbudristek yang kontroversial," tutup Fikri.
 
Saat ini, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek membentuk Tim Pemantauan gabungan untuk beberapa kasus Kekerasan di satuan pendidikan. Salah satunya memantau dugaan Kasus Kekerasan di SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam, Kepulauan Riau.
 
Tim Pemantauan gabungan kasus Batam terdiri dari unsur Itjen Kemendikbudristek, KPAI, dan masyarakat sipil yang diwakili Maarif Institute. Setiba di Batam, Tim gabungan langsung bertemu orang tua dan anak korban kekerasan SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam, dan keesokan harinya  sidak langsung ke sekolah penerbangan tersebut.
 
Setelah mendengarkan saksi korban dan sidak ke sekolah, pada Kamis, 18 November 2021 Tim Itjen Kemendikbudristek meminta difasilitasi FGD oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk membahas kasus dugaan kasus kekerasan tersebut.
 
Baca: Tim Gabungan Dibentuk, Pantau Kasus Kekerasan di SMK Penerbangan SPN Dirgantara
 
Focus Group Discussion (FGD) digelar di lantai 3 ruang rapat Gedung Pemprov Kepulauan Riau. FGD yang dihadiri oleh perwakilan Itjen Kemendikbudristek, KPAI, Maarif Institute, LPMP Prov. Kepri, Inspektorat Provinsi Kepri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kepri, Dinas Pemberdayaam Perempuan dan Perlindungan Anak Prov. Kepri, KPPAD Kota Batam, dan Pemerhati Anak Prov, Kepri.  FGD berlangsung selama tiga jam, dipimpin langsung oleh Kepala Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau.
 
Tim Itjen KemendikbudRistek mengapresiasi Pemprov Kepri yang sangat responsif dan terbuka dalam menangani dugaan Kasus Kekerasan di SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam. "Hal ini memudahkan proses penyelesaian demi kepentingan terbaik bagi anak," ujar Ketua Tim Pemantauan  Itjen Kemendikbudristek terkait kasus Batam, Retno Listyarti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 20 November 2021.
 
FGD tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi sebagai berikut:

Pembentukan Tim Khusus

Disepakati pembentukan tim khusus penanganan kasus kekerasan SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam yang terdiri dari berbagai unsur, yaitu Inspektorat Provinsi Kepri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kepri, Dinas PPPA/PPKB Prov. Kepri, LPMP Prov. Kepri, KPPAD Kota Batam, dan Pemerhati Anak.
 
KPAI dan Itjen Kemendikbudristek akan mendukung Tim tersebut. SK Pengangkatan tim akan ditandatangani Sekretaris Daerah  Provinsi  Kepulauan Riau. Tim akan bekerja maksimal 3 minggu kedepan.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif