Guruh Sukarnoputra. DOK Medcom
Guruh Sukarnoputra. DOK Medcom

Kuliah Arkeologi di Belanda, Ini Profil Guruh Soekarnoputra yang Sedang Kritis

Bramcov Stivens Situmeang • 25 September 2026 10:58
Ringkasnya gini..
  • Guruh Soekarnoputra dilaporkan kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Siloam Semanggi, Jakarta, sejak Kamis, September 2026.
  • Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan intensif untuk Guruh yang dikenal sebagai budayawan dan pelaku sejarah Indonesia.
  • Sebelum dikenal sebagai budayawan dan seniman, Guruh pernah menempuh pendidikan Arkeologi di Universiteit van Amsterdam, Belanda.
Jakarta: Putra bungsu Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno, Guruh Soekarnoputra, dikabarkan tengah dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi, Jakarta, sejak Kamis, 24 September 2026. Kabar itu dikonfirmasi oleh keponakannya, Didi Mahardika.

Didi mengatakan Guruh yang kini berusia 73 tahun masih belum sadarkan diri dan berada dalam pengawasan intensif tim dokter. Pihak keluarga juga belum bersedia mengungkapkan penyakit yang diderita Guruh kepada masyarakat.

"Saat ini kondisinya masih belum sadar dan masih dalam penanganan dan pengawasan intensif dari Tim Dokter di RS Siloam Semanggi," ujar Didi Mahardika dikutip dari laman mediaindonesia.com, dikutip Jumat, 25 September 2026.

Kondisi Guruh turut mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta agar Guruh mendapat penanganan intensif mengingat kiprahnya sebagai budayawan sekaligus pelaku sejarah Indonesia.

Sebelum dikenal luas melalui kiprahnya di bidang seni dan budaya, Guruh memiliki perjalanan pendidikan yang cukup panjang. Ia bahkan sempat melanjutkan studi ke Belanda dan mengambil bidang Arkeologi di Universiteit van Amsterdam.

Sebelum membahas lebih dalam, ada baiknya kamu mengenal terlebih dahulu dengan Guruh Soekarnoputra. Simak ulasannya dikutip dari laman anri.go.id:

Profil Guruh Soekarnoputra

 
Guruh Sukarnoputra_ DOK Medcom 2(1)
Guruh Sukarnoputra. DOK Medcom

Guruh Soekarnoputra lahir dengan nama Muhammad Guruh Irianto Sukarno Putra di Istana Merdeka, Jakarta, pada 13 Januari 1953. Dia merupakan anak bungsu dari pasangan Ir. Sukarno dan Fatmawati.

Bakat seni Guruh sudah terlihat sejak masih kecil. Bahkan sebelum memasuki usia sekolah, ia telah mempelajari berbagai tarian tradisional Nusantara dan sempat tampil di TVRI bersama kelompok musik yang dibentuknya ketika masih duduk di bangku Sekolah Rakyat (SR) Perguruan Cikini.

Pendidikan Guruh Soekarnoputra

Pendidikan formal Guruh dari jenjang SR hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ditempuh di Perguruan Cikini. Ketika menyelesaikan pendidikan SR pada 1965, Guruh memperoleh nilai yang sangat baik dalam sejumlah mata pelajaran.

Nilai Bahasa Indonesia, Berhitung, Pengetahuan Umum, dan Menulis yang diraihnya nyaris sempurna. Atas prestasi tersebut, Guruh mendapatkan predikat "Bintang Pelajar" yang bahkan sempat diberitakan Kantor Berita Antara pada Agustus 1965.

Lebih lengkap, berikut riwayat pendidikan Guruh Soekarno Putra:
  1. Sekolah Rakyat (SR) Perguruan Cikini, tamat 1965 dengan predikat Bintang Pelajar.
  2. Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Perguruan Cikini.
  3. Arkeologi, Universiteit van Amsterdam, Belanda, ditempuh selama tiga tahun.
Saat berada di Belanda, aktivitas Guruh di bidang seni tetap berjalan. Pada 1973, ia tercatat menjadi anggota grup gamelan Jawa dan Bali di Tropen Museum, Amsterdam.

Setahun kemudian, Guruh turut mengajarkan gamelan dan tari Bali melalui CREA (Het Cultureel Studentencentrum van Universiteit van Amsterdam). Organisasi mahasiswa ini bergerak di bidang sosial-budaya Universiteit van Amsterdam, Belanda pada 1974.
   

Jejak Kesenian dan Organisasi Guruh Soekarnoputra

Guruh kembali ke Indonesia pada 1975 dengan membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya selama berada di Belanda. Ia kemudian melakukan eksperimen musik dengan memadukan gamelan Bali dan musik Barat.

Eksperimen ini menjadi cikal bakal album Guruh Gipsy yang dirilis pada 1976. Karya itu kemudian dikenal sebagai salah satu tonggak penting dalam perkembangan musik pop Indonesia.

Selain berkesenian, Guruh juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan politik. Ia menjadi salah satu pendiri organisasi pemuda Swara Maharddhika pada 1977.

Sejak 1984, Guruh tercatat sebagai Ketua Umum Yayasan Bung Karno. Ia juga aktif dalam kegiatan politik bersama Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjalanan pendidikan dan kiprah Guruh di bidang seni kini kembali menjadi perhatian setelah kabar kondisi kesehatannya. Didi Mahardika menyampaikan Guruh masih belum sadar dan berada dalam pengawasan intensif tim dokter di RS Siloam Semanggi.

Pihak keluarga juga memilih untuk tidak mengungkapkan penyakit yang sedang diderita Guruh. Keluarga meminta agar informasi mengenai penyakit Guruh tidak dipublikasikan kepada masyarakat.

"Sejauh ini ada permintaan dari pihak keluarga untuk tidak terlebih dahulu memberikan informasi terkait sakitnya apa, namun demikian, kondisi om Guruh sendiri saat ini sedang tidak baik," ungkap Didi.

Kabar kondisi Guruh telah disampaikan pihak keluarga kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden memberikan perhatian khusus dan meminta agar Guruh mendapatkan penanganan secara intensif karena dikenal sebagai budayawan dan pelaku sejarah Indonesia.

Didi juga mengajak masyarakat mendoakan kesembuhan Guruh. Keluarga besar Guruh tetap menjaga harapan dan optimisme agar kondisinya dapat segera membaik.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan