VP Corporate Communications & Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
VP Corporate Communications & Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Siswa Makin Jago Pakai AI, Telkomsel Kasih Guru Bekal Agar Tak Ketinggalan Teknologi

Ilham Pratama Putra • 23 September 2026 15:41
Ringkasnya gini..
  • Telkomsel menilai guru perlu menguasai AI agar tidak tertinggal dari siswa yang lebih dulu menggunakan teknologi.
  • Hampir 4.000 guru mengikuti program Terpujilah Guru hingga akhirnya terpilih 12 finalis.
  • Program membekali guru dengan literasi digital, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, serta sertifikasi educator.
Jakarta: Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara siswa belajar, tetapi juga menuntut guru untuk ikut beradaptasi. Telkomsel menilai guru perlu memahami teknologi AI agar tidak tertinggal dari siswa yang kini semakin akrab dengan berbagai platform AI.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Telkomsel menghadirkan program Terpujilah Guru, yang secara khusus menyasar peningkatan kapasitas guru di bidang literasi digital. Program ini dirancang untuk membantu guru memanfaatkan teknologi, termasuk AI, dalam proses pembelajaran tanpa mengubah silabus yang sudah ada.

VP Corporate Communications and Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan, perkembangan AI membuat siswa semakin cepat mengadopsi teknologi dalam aktivitas belajar. Kondisi tersebut mendorong guru untuk memiliki pemahaman yang memadai agar tetap mampu mendampingi proses belajar siswa.

“Pemanfaatan AI yang dimulai duluan oleh muridnya. Nah, sehingga kami melihat rasanya gurunya pun harus mengimbangi seperti apa penggunaan AI, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Fahmi dalam kegiatan Terpujilah Guru di Jakarta, Rabu 23 September 2026.
Menurut dia, penguasaan AI bagi guru bukan sekadar persoalan mengikuti tren teknologi. Guru juga perlu memahami cara memanfaatkan AI untuk memperkaya materi pembelajaran sehingga tidak merasa tertinggal ketika berhadapan dengan siswa yang sudah lebih dahulu menggunakan teknologi tersebut.

“Guru juga bisa tahu, ‘Wah, ini murid saya nih AI banget nih jawabannya.’ Nah, sehingga itu yang akan kita coba kasih inject ke para guru,” katanya.

Program Terpujilah Guru sendiri mendapat respons yang cukup besar. Dari target awal sekitar 1.000-2.000 peserta, Telkomsel mencatat hampir 4.000 guru dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti program tersebut secara daring maupun luring.

Peserta kemudian diseleksi melalui sejumlah tahapan hingga tersisa 400 peserta, kemudian 80 peserta, dan akhirnya 12 guru yang menjadi finalis. Proses seleksi dilakukan melalui rangkaian mentoring, bootcamp, pembelajaran, tugas, hingga berbagai tantangan untuk melihat perkembangan dan komitmen peserta.
 
WhatsApp Image 2026-09-23 at 3_16_32 PM
Guru Menghadiri Puncak Anugerah Terpujilah Guru. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

General Manager Corporate Reputation Management Telkomsel Diko Julian mengatakan proses kurasi tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga perkembangan peserta selama mengikuti setiap tahapan program. Telkomsel juga melibatkan sejumlah ahli dalam proses tersebut.

“Setiap fase itu memang ada beberapa challenge, ada beberapa showcase yang mereka tunjukkan kepada kita, progresnya seperti apa, kehadirannya dan komitmennya seperti apa, akhirnya bisa sampai ke-12,” kata Diko.
Menariknya, program ini tidak membedakan guru berdasarkan status ASN maupun non-ASN. Peserta juga berasal dari jenjang SMP hingga SMA/SMK sederajat, baik sekolah negeri, swasta maupun madrasah.

Ke-12 finalis berasal dari berbagai latar belakang bidang studi, mulai dari fisika, matematika, biologi, komputer, sains hingga ekonomi. Bahkan, terdapat guru honorer di antara para finalis.

General Manager Corporate Social & Responsibility Telkomsel Andry Priyo Santoso mengatakan salah satu fokus program adalah memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara positif dalam proses pembelajaran. Guru didorong untuk membuat konten pembelajaran yang dapat digunakan di kelas.

“Bagaimana AI ini punya poin positif untuk dia sebagai guru bisa dibawa dalam proses pembelajaran. Makanya sertifikasinya adalah sertifikasi educator,” ujar Andry.

Menurut dia, penggunaan AI dapat membantu guru membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Misalnya, guru biologi dapat menggunakan AI untuk membantu memvisualisasikan materi tertentu sehingga proses menyiapkan bahan ajar dapat dilakukan lebih efisien.

Lebih lanjut, Fahmi kembali menegaskan, Telkomsel tidak bermaksud mengganti silabus yang digunakan guru. Teknologi justru ditempatkan sebagai alat untuk membantu guru menyampaikan materi yang sudah ada secara lebih efektif dan efisien.

“Silabus mereka tetap, tapi kita kasih bagaimana caranya lebih efektif dan efisien lagi ketika mereka mau mengajar atau membuat, mempermudah mereka,” tuturnya.

Selain pelatihan, peserta juga mendapatkan sertifikasi educator bertaraf internasional. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari portofolio profesional guru setelah kembali ke sekolah masing-masing.

Telkomsel juga membuka peluang agar program ini berkembang melalui jejaring alumni. GM Corporate Communications Telkomsel Isti Ayu Sofiyanti mengatakan alumni Terpujilah Guru nantinya dapat saling berbagi materi, pengalaman, serta masukan sehingga pembelajaran tidak berhenti setelah program selesai.

“Materinya akan terus berkembang, pembelajaran metode kita pun juga akan terus berkembang,” kata Isti.

Telkomsel juga berencana memantau dampak program terhadap 12 finalis setelah mereka kembali mengajar. Para finalis berpotensi dilibatkan dalam kegiatan berikutnya sebagai local hero untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada guru lain di daerahnya.

Untuk pengembangan selanjutnya, Telkomsel membuka peluang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Terutama dalam penguatan kompetensi guru terkait coding dan AI.

Fahmi mengatakan pihaknya akan mendiskusikan kelanjutan program tersebut bersama jajaran Kemendikdasmen. “Insyaallah nanti kita akan berdiskusi lebih lanjut mengenai kelanjutan program Terpujilah Guru,” pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan