Mendikdasmen Abdul Mu'ti. DOK YouTube Kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. DOK YouTube Kemendikdasmen

Siswa SD Bunuh Diri, Mendikdasmen Singgung Pentingnya Penanaman Nilai Agama

Ilham Pratama Putra • 06 Februari 2026 10:39
Ringkasnya gini..
  • Meninggalmya YBR merupakan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak.
  • Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai.
  • Kemendikdasmen berkomitmen memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga YBR yang lain.
Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya pelajar berinisial YBR. Siswa kelas IV SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu diduga bunuh diri kerena putus asa tak bisa membeli buku dan pena.
 
Mu'ti menyebut meninggalnya YBR menjadi bahan evaluasi di dunia pendidikan. Termasuk, menanamkan pentingnya nilai keagamaan bagi anak-anak dan keluarga.
 
"Meninggalnya YBR merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” kata Mu'ti dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Februari 2026.

Pihaknya berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Pemda untuk memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga YBR yang lain. Selain itu, memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan.
 
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai,” ujar Mu'ti.
 
Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga. Bantuan diterima langsung oleh pihak keluarga, yakni ibunda almarhum, Maria Goreti Te’a; nenek, Wihelmina Nenu; dan paman Dominikus Nou.
 
"Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” ujar Dominikus.
 
YBR ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah pohon pada Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis, 29 Januari 2026. Saat proses evakuasi, aparat kepolisian menemukan sepucuk surat tulisan tangan milik korban.
 
Surat ditulis dalam bahasa daerah Ngada dan ditujukan kepada ibu korban. Isi surat mengungkap dugaan alasan korban memilih mengakhiri hidup.
 
Sebelum meninggal, YBR sempat meminta dibelikan buku dan pensil kepada ibunya. Namun, karena tidak mempunyai uang, ibu YBR tak bisa membelikan.
 
Berikut isi surat YBR dengan bahasa daerah Ngada beserta artinya:
 
Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama, saya pergi dulu)
Mama molo Ja'o ( Mama, relakan saya pergi)
Galo mata Mae Rita ee Mama (Jangan menangis, Mama)
Mama jao Galo Mata (Mama, saya pergi)
Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya)
Molo Mama (Selamat tinggal, Mama)
 
Peristiwa ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan warga tempat tinggal YBR di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu. YBR di lingkungannya dikenal baik, riang dan rajin belajar meski ekonomi keluarga tak mendukung.
 
YBR memutuskan bunuh diri hanya selang sehari setelah ia meminta uang untuk membeli buku dan pena kepada ibunya. Tapi, ibunya tak punya uang, sedangkan ayahnya sudah meninggal.
 
Sebelum kejadian bunuh diri itu, ibunya sudah memberikan nasihat untuk tetap rajin bersekolah, meski ekonomi keluarga serba terbatas. Apalagi, saat ini memperoleh uang tidak mudah.
 
YBR ditemukan tak bernyawa keesokan harinya oleh warga setempat yang sedang mengurus ternak kerbau. Tak jauh dari rumah nenek YBR, 80, tempat YBR tinggal.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan