Indonesia Day 2026 menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang mempertemukan pelajar, diaspora, pekerja Indonesia, masyarakat Jepang, dan berbagai komunitas internasional. Ratusan warga Indonesia hadir sepanjang kegiatan, bersama pengunjung dari masyarakat Jepang dan komunitas internasional yang turut menikmati rangkaian acara.
“Inilah wujud semangat Persatuan Pelajar Indonesia yang ingin kami bawa untuk masyarakat Indonesia dan masyarakat Jepang, yaitu semangat persatuan dalam keberagaman,” ujar Ketua PPI Hiroshima, Reza Abdullah, dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ketua Pelaksana Indonesia Day 2026, Ben Girsang, mengaku bangga atas terselenggaranya kegiatan yang mampu mempertemukan berbagai masyarakat dan kebudayaan dalam suasana terbuka dan saling menghargai. Menurut dia, Indonesia Day menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia, Jepang, dan komunitas internasional lainnya untuk saling mengenal melalui budaya, makanan, permainan, dan interaksi langsung dalam semangat saling menghormati.

Indonesia Day 2026. Foto: PPI Hiroshima
Sejak pagi, suasana Saijo Central Park telah dipenuhi kesibukan para panitia dan relawan. Mereka mempersiapkan panggung, tenant, gerbang acara, perlengkapan upacara, hingga berulang kali melakukan latihan untuk memastikan pertunjukan berjalan dengan baik. Para relawan tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga pekerja dan diaspora Indonesia yang datang dari Etajima, Miyajima, Onomichi, Yamaguchi, Fukuyama, Okayama, serta berbagai wilayah di sekitar Hiroshima.
Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan. Tahun ini, Indonesia Day menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar yang pernah dilaksanakan PPI Hiroshima dan untuk pertama kalinya diselenggarakan secara meriah di ruang terbuka dengan keterlibatan masyarakat Jepang dan komunitas internasional.
Kegiatan mendapat dukungan dari berbagai institusi dan mitra, termasuk Pemerintah Kota Higashi-Hiroshima, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Hiroshima University, Hiroshima–Indonesia Association, dan PPI Jepang, serta dukungan sponsor utama dari Ibu Susi Pudjiastuti, KAPTI-AGRARIA serta Hibah dari Hiroshima Prefecture.
Sejumlah tokoh dan perwakilan institusi turut hadir dan memberikan sambutan, antara lain Mr. John Tjahjanto Boestami, Consul General of the Republic of Indonesia in Osaka; Prof. Amzul Rifin, Minister Counselor for Education and Culture, Embassy of the Republic of Indonesia in Tokyo; Hironori Takagaki, Mayor of Higashi-Hiroshima City; Minoru Terada, anggota parlemen Jepang dari Liberal Democratic Party; Prof. Shinji Kaneko, Executive Vice President for Global Initiatives, Hiroshima University; Yamada, Secretary General of the Hiroshima–Indonesia Association; Hayashi-san, perwakilan Hiroshima Prefecture; serta Muhammad Rizal Pabuarany, Ketua PPI Jepang.

Indonesia Day 2026. Foto: PPI Hiroshima
Dari Makanan Nusantara hingga Lomba 17-an
Sepanjang hari, area Indonesia Day dipenuhi pengunjung yang menikmati beragam makanan dan kegiatan budaya. Para diaspora Indonesia membuka tenant makanan Nusantara, sementara Wakai Farm menghadirkan berbagai produk sayuran Indonesia yang dibudidayakan di Jepang.Nuansa internasional semakin terasa dengan hadirnya tenant yang menawarkan makanan Afrika, Mesir, serta berbagai jajanan Jepang. Sebanyak 200an kupon makanan gratis dari berbagai tenant dibagikan kepada pengunjung. Antusiasme masyarakat begitu tinggi sehingga sejumlah tenant harus melakukan restock selama acara berlangsung.
Kemeriahan juga hadir melalui berbagai perlombaan tradisional khas perayaan kemerdekaan Indonesia. Masyarakat Indonesia, Jepang, dan pengunjung internasional bersama-sama mengikuti lomba makan kerupuk, balap kelereng, balap karung, hingga tarik tambang.
Dalam suasana tersebut, batas kebangsaan seolah menghilang. Anak-anak, mahasiswa, pekerja, keluarga, dan masyarakat dari berbagai negara dapat tertawa dan bermain bersama dalam satu lapangan.
Indonesia Day juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Nusantara. Pengunjung menyaksikan pertunjukan Tari Topeng oleh Iqbal, diaspora Indonesia yang datang dari Nagoya; tarian Bali oleh Kadek Nareswari; pertunjukan angklung oleh pengurus PPI Hiroshima; serta Peresean, kesenian tradisional dari Lombok. Acara turut dimeriahkan oleh penampilan lagu Jepang dari pemenang kompetisi menyanyi PPI Idol, Naufal dan Nadhila yang diselenggarakan sebelumnya.

Indonesia Day 2026. Foto: PPI Hiroshima
Pengibaran Merah Putih di Negeri Orang
Salah satu momen paling khidmat dalam Indonesia Day 2026 berlangsung tepat pukul 16.00 ketika seluruh rangkaian kegiatan sejenak berhenti untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.Upacara dipimpin oleh dr. Fadlyansyah Farid Husain, Pembina PPI Hiroshima, sebagai inspektur upacara. Naskah Proklamasi dibawakan oleh Putu Nara Wijaya, sedangkan naskah Pancasila dibawakan oleh Yusuf. Riyan Efendi bertugas sebagai komandan upacara.
Sang Saka Merah Putih dikibarkan oleh Ahmad Rivaldi, Riyan, dan Candra, diaspora Indonesia di Jepang. Upacara dipandu oleh Adriani Mutmaninnah sebagai pembawa acara, dengan Madelina Ariani sebagai pembaca naskah Undang-Undang Dasar 1945 dan Afan sebagai pembaca doa. Seluruh rangkaian upacara dikoordinasikan oleh Niken Pratiwi.
Di tengah lapangan di Higashi-Hiroshima, ribuan kilometer dari Indonesia, para peserta berdiri dengan khidmat ketika Merah Putih dikibarkan.
Bagi banyak warga Indonesia yang hadir, kesempatan untuk kembali mengikuti upacara kemerdekaan, mengheningkan cipta, menyanyikan lagu kebangsaan, dan memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih di negeri orang menghadirkan rasa haru tersendiri. Jarak dari Tanah Air justru membuat makna kebangsaan terasa semakin dekat.
Solidaritas dari Hiroshima untuk Kumamoto
Semangat kebersamaan dalam Indonesia Day tidak berhenti pada perayaan budaya dan kemerdekaan. Masyarakat Indonesia juga menggalang dana sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kumamoto.Menjelang akhir acara, para pemenang berbagai perlombaan diumumkan dan menerima hadiah. Perayaan kemudian ditutup dengan seluruh peserta menari Maumere.
Masyarakat Indonesia, Jepang, dan berbagai komunitas internasional memenuhi area acara dan bergerak bersama mengikuti irama. Indonesia Day berubah menjadi sebuah pesta rakyat yang melampaui batas kewarganegaraan.
Indonesia Day 2026 bukan sekadar membawa Indonesia ke Hiroshima. Perayaan ini membuktikan identitas dan kebudayaan Indonesia dapat menjadi jembatan membangun persahabatan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda