Ilustrasi. Foto: Antara/Okky Lukmansyah
Ilustrasi. Foto: Antara/Okky Lukmansyah

Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Cerita Hari Pertama Sekolah dari Sejumlah Daerah

Pendidikan sekolah tahun ajaran baru Kenormalan Baru
Arga sumantri • 14 Juli 2020 07:06
Jakarta: Mengantar anak di hari pertama sekolah biasanya jadi rutinitas paling ditunggu para orang tua. Tapi, riuh hari pertama sekolah yang biasanya terjadi, tak terasa pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang berlaku mulai Senin, 13 Juli 2020.
 
Pandemi virus korona (covid-19) membikin suasana hari pertama sekolah tahun ini terasa hambar. Mayoritas siswa belum bisa hadir di sekolah disebabkan penyebaran covid-19 yang masih mengkhawatirkan.
 
Berebut bangku, sekaligus bertemu muka dengan teman baru, boleh jadi tak bisa dirasakan para siswa yang baru pertama kali masuk sekolah di setiap jenjangnya. Sebab, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di tahun ajaran baru kali ini hampir sebagian besar dilakukan secara daring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa daerah yang berstatus zona hijau covid-19 pun belum bisa leluasa menyelenggarakan masa orientasi siswa tersebut. Mereka wajib menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.
 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya memberikan izin pemberlakuan masuk sekolah secara tatap muka terhadap 104 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang termasuk zona hijau dalam peta penyebaran covid-19. Sedangkan bagi kabupaten/kota lainnya yang masih termasuk dalam zona kuning dan merah, harus memberlakukan pembelajaran melalui sistem daring dari rumah.
 
Berikut cerita hari pertama sekolah dari beberapa daerah di masa pandemi yang dirangkum Medcom.id:

1. DKI Jakarta

Berbeda dari biasanya, hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SDN Srengseng 05 Pagi, Jakarta Barat, diisi kunjungan orang tua murid. Mereka datang ke sekolah untuk mengambil buku paket guna bekal anaknya belajar di rumah.
 
Momen ini juga dimanfaatkan sekolah untuk mengumpulkan data nomor telepon seluler orang tua dan digabungkan dalam grup jejaring percakapan WhatsApp. Grup ini bakal jadi alat komunikasi sekolah dengan para orang tua karena model pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih akan diberlakukan.
 
Cerita Hari Pertama Sekolah dari Sejumlah Daerah
Orang tua murid SDN Srenseng 05 pagi datang ke sekolah di hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah. Foto: Antara/Devi Nindy
 
Sekolah juga memberikan sosialiasi tentang segala keperluan PJJ. Salah satunya, mengajarkan cara menggunakan Google Meet, media belajar yang digunakan dalam PJJ.
 
Selengkapnya baca di sini

2. Jawa Timur

Sekitar 400 ribu siswa jenjang SMA/SMK di Jawa Timur (Jatim) terpaksa mengikuti MPLS tahun ajaran baru 2020/2021 secara daring. Sekolah di wilayah yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu belum bisa melaksanakan belajar tatap muka akibat masih berstatus zona merah covid-19.
 
MPLS bagi siswa baru di Jatim digelar selama tiga hari dan dapat menambah dua hari untuk persiapan pembelajaran di masa pandemi.
 
Sekolah di Jatim boleh menambah satu sesi kunjungan ke sekolah selama MPLS. Tapi, harus secara bergantian dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
 
Selengkapnya baca di sini

3. Aceh

Sebanyak 413 SMA sederajat di Aceh mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021. Seluruh sekolah ini tersebar di 15 kabupaten/kota di Tanah Rencong yang berstatus zona hijau covid-19.
 
"Tim kami sudah mulai ke daerah zona hijau untuk memastikan pelaksanaan dan mematuhi ketentuan yang kami berikan," kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Rachmat Fikri melansir Antara, Senin, 13 Juli 2020.
 
Ada 327 sekolah di zona kuning yang belum bisa menggelar kelas tatap muka. Keseluruhnya tersebar di delapan kabupaten, yakni Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Barat, dan Aceh Selatan.
 
Selengkapnya baca di sini

4. Sumatra Barat

Siswa di wilayah Kota Pariaman dan Pasaman Barat bisa datang ke sekolah di hari pertama tahun ajaran baru 2020/2021. Kedua wilayah itu memutuskan membuka kelas tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.
 
Khusus di Kota Pariaman, siswa yang bisa datang ke sekolah hanya dari kelas 4 SD, hingga jenjang SMA sederajat. Sedangkan kelas 3 SD hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), masih belajar di rumah.
 
Cerita Hari Pertama Sekolah dari Sejumlah Daerah
Puluhan siswa MTsN 1 Pariaman mengikuti arahan dari Wali Kota Pariaman Genius Umar saat memantau sekolah tersebut di hari pertama sekolah. Foto: Antara/Aadiaat M.S
 
Jadwal belajar di Pariaman ditetapkan mulai pukul 07.30 sampai 10.15. Jumlah siswa yang boleh ada di dalam kelas hanya setengahnya dari total siswa dalam satu rombongan belajar. Sisanya, belajar daring, dan pola ini diterapkan bergantian dalam sepekan.
 
Selengkapnya baca di sini

5. Kalimantan Selatan

Sekolah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) diputuskan belum dibuka selama satu semester ke depan. Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina memutuskan kegiatan belajar mengajar di kelas baru dibuka pada 4 Januari 2021.
 
Keputusan Wali Kota Banjarmasin itu tertuang dalam surat edaran nomor 800/2878-sekr/Dipendik/2020 tentang Kebijakan Bidang Pendidikan Tahun 2020/2021 di Kota Banjarmasin. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto menyatakan tahun ajaran baru tetap dilaksanakan semua sekolah dari tingkat TK, SD hingga SMP mulai 13 Juli 2020. Namun, model pembelajarannya dengan metode daring maupun luring, atau gabungan keduanya.
 
"Sistem pelajaran ini dimulai sejak hari ini hingga 19 Desember 2020 atau selama satu semester, sekolah direncanakan dibuka kembali pada 4 Januari 2021," ujar Ibnu di Banjarmasin, Senin, 13 Juli 2020.
 
Selengkapnya baca di sini
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif