Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

Tahun Ajaran Baru 2020/2021

413 SMA di Aceh Mulai Belajar Tatap Muka

Pendidikan sekolah tahun ajaran baru Kenormalan Baru
Antara • 13 Juli 2020 15:28
Banda Aceh: Dinas Pendidikan Aceh menyatakan sebanyak 413 sekolah menengah atas (SMA) sederajat di wilayah zona hijau penyebaran virus korona (covid-19) mulai melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka, seiring dimulainya tahun ajaran baru. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Rachmat Fitri mengatakan terdapat 15 kabupaten/kota di Tanah Rencong yang berstatus zona hijau.
 
"Sekitar 413 sekolah (SMA/SMK) hari ini melaksanakan sekolah tatap muka. Hari ini juga sudah mulai tim kami ke daerah zona hijau untuk memastikan pelaksanaan dan mematuhi ketentuan yang kami diberikan," kata Rachmat melansir Antara, Senin, 13 Juli 2020.
 
Rachmat menyebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengizinkan sekolah di zona hijau untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memastikan sekolah-sekolah yang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka itu telah memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan. Sekolah juga dinilai telah memiliki kesiapan menjalankan protokol kesehatan dan protokol pendidikan dalam aktivitas sekolah di tengah pandemi.
 
"Sekolah-sekolah yang sanggup dan mampu melaksanakan dan menjalankan protokol itu maka itulah yang kami beri izin untuk belajar tatap muka," ujarnya.
 
Baca:Sekolah di Zona Kuning Bakal Dibuka
 
Ia menyebut, terdapat 327 sekolah yang berada di zona kuning penyebaran covid-19 di Aceh, masih melanjutkan sistem belajar mengajar siswa secara daring. Delapan kabupaten/kota yang masih belum melaksanakan sistem belajar mengajar tatap muka itu, yakni Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Barat, dan Aceh Selatan.
 
"Kami sudah melihat beberapa sekolah, memang Banda Aceh belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun melanjutkan belajar dari rumah," katanya.
 
Kendati demikian, Rachmat memastikan guru-guru melakukan aktivitas belajar mengajar secara daring itu dari sekolah, tidak melalui tempat lain atau luar lingkungan sekolah. Artinya, setiap hari guru wajib hadir di sekolah.
 
"Kami sudah memastikan itu, dan alhamdulillah kami tetap taat dan patuh pada aturan untuk melaksanakannya," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif