Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) di sela Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2020 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 13 Juli 2020. Foto: Antara.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) di sela Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2020 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 13 Juli 2020. Foto: Antara.

400 Ribu Siswa SMA/SMK di Jatim Ikuti MPLS Daring

Pendidikan sekolah tahun ajaran baru Kenormalan Baru
Antara, Amaluddin • 13 Juli 2020 15:43
Surabaya: Sebanyak 400 ribu lebih siswa jenjang SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Timur mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring. Rinciannya, MPLS dilaksanakan di 423 SMA negeri, 1.119 SMA swasta serta 297 SMK negeri dan 1.821 SMK swasta.
 
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para siswa dan insan pendidikan tetap optimistis serta semangat selama proses pembelajaran meski dilakukan secara daring.
 
"Saya juga berharap para siswa tetap bisa memulai tahun ajaran baru ini dengan semangat dan gembira meski dalam situasi yang masih darurat kesehatan," ujar Khofifah di sela Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2020 melalui sambungan konferensi video di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 13 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khofifah mengatakan, pelaksanaan MPLS secara daring dilakukan berdasarkan kebijakan pemerintah pusat. Sekolah belum bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di wilayah berstatus zona merah akibat pandemi virus korona (covid-19).
 
MPLS tetap berjalan seperti sebelum-sebelumnya, namun dengan cara yang berbeda karena harus tetap waspada dengan menggunakan protokol kesehatan.
 
Khofifah meminta seluruh siswa menunjukkan prestasi dan semangat prima sehingga terwujud generasi emas yang lebih kreatif dan inovatif disertai akhlak mulia. "Kepada para kepala sekolah dan guru, mari tunjukkan kinerja terbaik demi seluruh siswa," ucap mantan Menteri Sosial itu.
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi menjelaskan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri, kegiatan pembelajaran di zona merah wajib dilaksanakan dengan metode jarak jauh, baik daring maupun luring. Menurut dia, memang diperlukan penyesuaian-penyesuaian lebih kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.
 
"Sehingga meski tidak bertatap muka langsung, tujuan MPLS khususnya yang terkait dengan pengenalan berbagai aspek pembelajaran di sekolahnya tetap tercapai dengan baik," kata Wahyudi.
 
Baca:Banjarmasin Buka Belajar di Kelas Januari 2021
 
MPLS bagi siswa baru dilaksanakan selama tiga hari dan dapat menambah dua hari untuk persiapan pembelajaran pada masa pandemi. Hal ini sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah masing-masing yang dilaksanakan pada pekan pertama awal tahun pelajaran 2020/2021.
 
Ia juga menyampaikan dalam masa MPLS tahun ini, sekolah dapat menambah satu sesi kunjungan ke sekolah yang dilaksanakan secara bergantian dan disertai dengan penerapan disiplin protokol kesehatan.
 
"Sekolah juga wajib berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada di kabupaten/kota setempat," tutur Wahyudi.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif