Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Mahasiswa Sulit Lulus Tes Kemahiran Bahasa Inggris Selama Pandemi

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi Bahasa Inggris
Citra Larasati • 21 September 2021 23:04
Jakarta:  Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan digelarnya sejumlah aktivitas secara online atau daring selama masa pandemi covid-19 membuat para mahasiswa sulit untuk lulus Tes kemahiran Bahasa Inggris.  Padahal, tes kemahiran bahasa Inggris menjadi salah satu syarat kelulusan yang dipersyaratkan oleh sejumlah perguruan tinggi.
 
Fakta mengenai pengujian berbasis komputer jarak jauh telah menimbulkan tantangan yang signifikan.  Berdasarkan penelitian dari OECD di tahun 2020 mengungkapkan bahwa hanya 34 persen siswa di Indonesia yang memiliki akses ke komputer untuk mengerjakan tugas sekolah dibandingkan dengan sekitar 81 persen yang menggunakan ponsel untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka.
 
Adanya PPKM dan perkuliahan daring selama pandemi covid-19, salah satu hal sulit yang dihadapkan para mahasiswa adalah mengikuti tes bahasa Inggris, yang menjadi syarat kelulusan mereka, pada akhir tahun akademik. Tes Bahasa Inggris sering dilakukan di dalam kelas ataupun di pusat tes dengan berbasis kertas ataupun penilaian menggunakan komputer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini juga menjadi sorotan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan untuk melakukan tes secara langsung dan tatap muka.  British Council telah mengidentifikasi masalah ini dan meluncurkan EnglishScore di Indonesia pada Mei 2021.
 
Baca juga:  Nadiem: Vaksinasi Harus 'Mengejar' PTM Terbatas, Bukan Sebaliknya
 
Tes bahasa Inggris aplikasi seluler ini memakan waktu sekitar 30-40 menit dan tersedia di smartphone mana pun yang dapat diunduh di Google Play atau Apple App store. EnglishScore menggunakan teknologi terbaik dengan menggabungkan pembelajaran menggunakan elektronik dengan tinjauan langsung oleh profesional, untuk menilai kemampuan bahasa Inggris secara akurat dan andal.
 
Peserta tes dinilai berdasarkan tata bahasa, kosakata, keterampilan membaca dan mendengarkan. "Mereka mendapatkan nilai yang sesuai dengan standar internasional, Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa (CEFR), yang berkorelasi dengan standar global lainnya seperti TOEFL ITP, TOEIC dan IELTS," kata Michelle Avelena, Direktur Pengembangan Global dari British Council EnglishScore.
 
Ia mengatakan, pembatasan covid-19 membuat banyak universitas harus dapat menyesuaikan proses pembelajaran yang baik untuk mendukung siswa mereka. Menurutnya, keberhasilan dari generasi penerus sangat penting untuk kemakmuran masa depan Indonesia.
 
"Jadi selama bangsa ini melewati masa-masa yang sulit, kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan universitas–universitas terkemuka di Indonesia untuk dapat membantu para lulusan universitas dan mahasiswa membuktikan kemampuan bahasa Inggris mereka.”
 
EnglishScore adalah aplikasi tes dan sertifikasi bahasa Inggris terkini yang dikeluarkan oleh British Council.  Aplikasi ini telah membantu para mahasiswa dan pekerja untuk tetap dapat lulus dan membuktikan kemahiran Bahasa Inggris mereka dan dalam tahun yang penuh gejolak akibat adanya PPKM selama masa pandemi covid 19.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif