Jakarta - Anggota Komisi X DPR, Putra Nababan meminta Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim dan jajarannya mendorong agar perguruan tinggi di DKI Jakarta segera melakukan kuliah tatap muka terbatas.
Putra menyatakan, ia sudah bertemu ratusan mahasiswa semester tiga yang sampai hari ini belum pernah merasakan bangku kuliah di kampus. "Ini menjadi keprihatinan kita Mas Menteri. Seharusnya mereka itu adalah para mahasiswa yang sudah divaksin dua kali dan mampu jalankan protokol kesehatan dengan lebih baik, dibandingkan siswa SD dan SMP," ujar Putra, di sela-sela Rapat Kerja antara Mendikbudristek dan Komisi X DPR, Selasa, 31 Agustus 2021.
Terkait sekolah tatap muka di DKI Jakarta, anggota DPR dari dapil Jakarta Timur ini mengatakan, pihaknya terus memonitor pelaksanaan sekolah tatap muka di tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA yang dimulai sejak Senin kemarin. Putra pun mengaku dirinya sudah bertemu dengan ratusan orang tua murid tentang kesiapan, antusiasme dan vaksinasi yang mereka lakukan guna melaksanakan sekolah tatap muka.
Ia mendukung penuh penambahan anggaran di sektor pendidikan. Terutama beasiswa-beasiswa yang terkait langsung dengan siswa didik dan mahasiswa di daerah 3 T (terluar, terpencil dan tertinggal) serta program peningkatan kualitas pendidikan.
"Sebab Faktanya masih ada kekurangan 200.000 orang yang membutuhkan program KIP Kuliah dengan anggaran Rp1,2 triliun," ujar Putra.
Baca juga: Cegah Klaster Sekolah Selama PTM Terbatas, Ini Saran Epidemiolog UGM
Menanggapi persoalan sekolah dan kuliah tatap muka, Nadiem mengakui selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) hybrid masih ada, maka ada beberapa program yang masuk tahun anggaran 2022. Salah satunya program Kampus Mengajar.
Program itu masuk dalam Program Kampus Merdeka Magang Bersertifikat. Hal itu, ujar Nadiem, adalah salah satu upaya untuk mengejar ketertinggalan akibat pandemi.
"Asesmen Nasional, juga adalah bagian dari upaya untuk mengetahui siapa yang paling ketinggalan. Jadi anggaran di situ untuk memastikan mana sekolah yang paling ketinggalan," ujarnya.
Menurut Putra, persoalan belajar tatap muka ini sudah dimasukkan ke dalam berbagai butir pendanaan yang sudah ada. "Dan berbagai direktorat turut bergotong-royong di situ. Termasuk dalam melakukan penyederhanaan kurikulum kita. Tanpa penyederhanaan kurikulum, literasi dan numerasi kita tak akan terkejar," lanjut Nadiem.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan