"Pada tahun ini kami memperluas implementasi PJJ jenjang menengah di 34 provinsi dengan menargetkan 3.500 anak tidak sekolah untuk bisa sekolah lagi," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Selasa 28 April 2026.
Mu'ti mengatakan bahwa program PJJ ini memiliki tujuan untuk memastikan anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan bermutu. Faktor geografis, ekonomi dan sosial tak boleh jadi kendala.
"Dengan paradigma tersebut kami ingin menjangkau yang mereka yang tidak terjangkau sehingga PJJ ini menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan pemerataan akses pendidikan,” ungkapnya.
| Baca juga: Rerie Ingatkan Perluasan PJJ di 34 Provinsi Tak Boleh Asal Jalan, Perlu Kesiapan Serius Daerah |
Selanjutnya, Mu’ti turut menyoroti tentang pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi program ini. Ia menyebut, Kemendikdasmen terus mendorong pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, termasuk rencana pembangunan studio pembelajaran yang memungkinkan para guru terbaik dapat mengajar secara real-time kepada para murid di berbagai daerah.
“Super aplikasi Rumah Pendidikan telah kami kembangkan sebagai bagian dari digitalisasi pembelajaran yang dapat diakses oleh siapa pun," kata Mu'ti.
Ia menegaskan implementasi PJJ juga harus berfokus pada pembentukan karakter dan penguatan kompetensi. Dengan demikian, peran pengajar sangat penting untuk memperhatikan keseimbangan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan karakter.
Sebagai tahap awal, sebanyak 20 sekolah telah ditetapkan sebagai mitra dan pionir dalam pelaksanaan program PJJ. Prioritas pelaksanaan PJJ akan dilakukan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah dengan ATS tinggi, daerah rawan bencana, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan anak pekerja migran Indonesia yang tinggi.
| Baca juga: Terpaksa Gak Lanjut SMA Karena Harus Kerja? PJJ 2026 Bisa Jadi Jalan Ninja Baru Kamu |
Tahun 2025, PJJ jenjang pendidikan menengah menggandeng Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia dan SMAN 2 Padalarang, Jawa Barat sebagai sekolah induk. Demikian, pada tahun 2026 PJJ jenjang pendidikan menengah akan melibatkan 21 sekolah induk, termasuk SIKK yang akan menjadi pusat komando penyelenggaraan dan penanggung jawab penuh PJJ di wilayah tersebut, termasuk untuk penyiapan guru PJJ, materi belajar, serta penerbitan ijazah untuk murid.
Selain 21 sekolah induk, program ini juga melibatkan 62 sekolah mitra yang akan berkolaborasi dengan sekolah induk sebagai unit layanan peserta didik. Serta pusat dukungan belajar lokal, seperti penyediaan ruang belajar luring maupun tutor yang akan menjadi pendamping bagi murid PJJ jenjang pendidikan menengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News