Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK Istimewa
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK Istimewa

Rerie Ingatkan Perluasan PJJ di 34 Provinsi Tak Boleh Asal Jalan, Perlu Kesiapan Serius Daerah

Renatha Swasty • 27 April 2026 16:08
Ringkasnya gini..
  • Keberhasilan program PJJ sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital di daerah, kapasitas tenaga pendidik, serta akurasi data ATS.
  • Perluasan PJJ ke seluruh provinsi, khususnya di wilayah 3T memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan uji coba di luar negeri.
  • Keberlanjutan proses belajar mengajar berkualitas sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan.
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut perluasan implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah harus direspons dengan kesiapan serius dari pemerintah daerah, baik teknis maupun non-teknis. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah di 34 provinsi tahun ini. 
 
"Keberhasilan program PJJ ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital di daerah, kapasitas tenaga pendidik, serta akurasi data anak tidak sekolah (ATS) yang menjadi sasaran utama," kata Rerie, sapaan karib Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulis, Senin, 27 April 2026. 
 
Kemendikdasmen sukses melakukan uji coba PJJ jenjang pendidikan menengah untuk anak pekerja migran Indonesia di Malaysia pada 2025. Perluasan itu menargetkan 3.500 anak tidak sekolah (ATS) untuk bisa kembali bersekolah sebagai bagian upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.

Lestari berpendapat perluasan ke seluruh provinsi, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan uji coba di luar negeri.
 
“Jangan sampai kesalahan yang sama berulang seperti saat pandemi covid-19, di mana sejumlah kendala mengemuka, antara lain guru tidak siap menjalankan PJJ, orang tua terbebani dengan metode daring, dan akhirnya kualitas belajar murid menurun. Karena itu penting untuk dipersiapkan secara matang," tegas Rerie. 
  Anggota Komisi X DPR RI itu menilai kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah 3T membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Hal itu menjadi tantangan utama mengingat tidak semua daerah memiliki konektivitas yang stabil.
 
"Kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait infrastruktur digital juga harus dipastikan," ujar Legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu. 
 
Rerie mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang telah menyalurkan papan interaktif digital, laptop, dan hard disk eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan pada 2025. Namun, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menekankan perangkat semata tidak cukup tanpa kesiapan sumber daya manusia di lapangan. 
 
"Para tenaga pengajar harus dipastikan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengelola sejumlah peralatan tersebut," tegas dia.
 
Rerie menegaskan keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan