Ilustrasi. Foto: MI/Susanto
Ilustrasi. Foto: MI/Susanto

UNICEF: 175 Juta Anak di Dunia Tak Punya Akses Layanan PAUD

Pendidikan pendidikan anak unicef PAUD
Antara • 20 Oktober 2020 12:34
Jakarta: Education Specialist Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) Indonesia, Nugroho Indera W, mengatakan secara global terdapat 175 juta anak usia dini tidak memiliki akses ke layanan pendidikan anak usia dini (PAUD). Jumlah ini setara setengah dari jumlah populasi anak usia pra sekolah. 
 
"Ini menjadi masalah dan itu terjadi sebelum adanya pandemi covid-19," kata Nugroho pada kegiatan peluncuran analisis perkembangan anak usia dini Indonesia 2018 secara virtual yang dipantau di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Pandemi di berbagai negara memperburuk atau meningkatkan krisis bagi anak-anak yang tidak bisa mengakses PAUD. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap hasil pencapaian perkembangan anak yang meliputi aspek kognitif, afektif, psikomotorik, hingga sosial spiritual moral.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan covid-19 telah menyebabkan krisis akut pada pengasuhan dan pembelajaran yang berdampak pada hasil capaian perkembangan anak. Dengan begitu, diperlukan upaya secara sistematis memonitor dan melakukan intervensi yang berbasis bukti atau data.
 
Tujuannya, melihat tren dari tahun ke tahun serta mengkomparasikan data-data perkembangan anak dengan negara-negara lain. Ia menjelaskan pengukuran perkembangan anak dapat meningkatkan kesempatan anak usia dini untuk tumbuh kembang secara optimal. Artinya, hal tersebut dapat menjadi sebuah acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait sumber daya manusia khususnya anak usia dini.
 
Baca: Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf: Pendidikan Alat untuk Membajak Krisis
 
Sifat perkembangan anak usia dini, kata Nugroho, adalah multidimensional. Sebab, pada prosesnya tidak hanya mengukur aspek kognitif namun juga fisik, motorik kasar maupun motorik halus dan lain sebagainya.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan (PMMK) Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko mengatakan berbicara masalah PAUD artinya upaya memenuhi kebutuhan esensial bagi anak. Pertama, pengasuhan yang baik. Anak yang tumbuh dengan sehat dan memiliki kecerdasan intelektual bagus dipengaruhi pola asuh yang baik saat dia kecil bahkan dari dalam kandungan.
 
Yang kedua, ialah masalah kesehatan dan gizi. Setiap orang tua juga harus paham mengenai dua hal poin tersebut agar tumbuh kembang anak berjalan dengan optimal.
 
"Kebutuhan esensial lainnya ialah perlindungan bagi anak dari kekerasan," kata Subandi.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif