Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Moestopo, Andriansyah mengatakan, RSGM Moestopo melengkapi Akreditasi A (Unggul) dari LAM-PTKes Program Studi Akademik dan Program Studi Profesi Fakultas Kedokteran Gigi Moestopo. Ke depan, kata Andriansyah, RSGM Moestopo akan mengajukan permohonan penetapan sebagai rumah sakit pendidikan.
Namun hal ini akan berjalan seiring dengan persetujuan dari SNARS. Kunjungan assesor Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) ke RSGM dan FKG Moestopo dilaksanakan pada 27-30 November 2018. "Standar kelayakan pelayanan, manajemen rumah sakit, keselamatan pasien rumah sakit, dan Millenium Development Goals diperiksa oleh tiga assesor secara formal maupun informal, seperti mengirim pasien secara diam-diam," kata Andriansyah di Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.
Baca: Moestopo Gelar Fikom Festival 2018
Ia melanjutkan, Universitas Moestopo sesuai dengan idealis "Beragama'" yang sudah digariskan oleh Mayjen TNI Prof. Dr. Moestopo tetap konsisten walau di tengah era Revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini RSGM dalam kegiatan perawatan, pengobatan, dan penyuluhan kesehatan memanfaatkan teknologi digital, secara efektif untuk menjangkau pelayanan masyarakat lebih luas.
"Para dokter yang mengawaki teknologi tersebut berpegang teguh kepada keyakinan agama masing-masing sehingga keseimbangan dirinya menebarkan kemaslahatan dan keharmonisan kepada masyarakat luas," ujar Andriansyah.
Perlu diketahui, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Moestopo berkembang dari Lembaga Klinik Gigi Universitair Berdikari Ys. Univ. Prof. Dr. Moestopo (1969). Melayani masyarakat dalam perawatan dan pengobatan gigi dan mulut, meliputi diagnosa mulut, pengawetan gigi, bedah mulut, radiologi, pembuatan gigi tiruan, perawatan gigi anak, penyakit jaringan penyangga gigi, meratakan gigi), serta mengelola delapan klinik.
Sedangkan pada1970 didirikan Lembaga Usaha Pencegahan Penyakit Gigi Ys. UPDM, dengan aktivitas melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat bekerja sama dengan RRI dan TVRI. Di tahun 2019 ini, RSGM Moestopo diawaki oleh 66 Dokter Gigi, tiga Dokter Umum, satu Dokter Anestesi dan 62 karyawan.
Memutakhirkan teknologi kedokteran gigi dengan peralatan mutakhir, yaitu laser dan panoramik digital. "FKG Moestopo sudah melakukan penyuluhan dan bantuan kesehatan secara nasional, termasuk ke daerah-daerah yang terkena bencana lebih efektif, dengan datang ke lokasi secara fisik maupun melalui media tradisional dan web," papar Andriansyah.
Profesi Dokter Gigi Terakreditasi A pada tahun 2018. FKG Moestopo menerima mahasiswa 150 orang tiap tahun. FKG diselenggarakan oleh empat Profesor, 10 Doktor, 21 Master, dan 36 Dokter Spesialis. Saat ini FKG dipimpin oleh Dekan Prof. Dr. Budiharjo, drg., MS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News