Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tidur Disebut Kematian Kecil, Ini Pesan Syeikh Sa’ad Al-Khathlan bagi Umat Islam

N Zaid • 16 Oktober 2026 17:30
Ringkasnya gini..
  • Ulama Arab Saudi, Syeikh Sa’ad Al-Khathlan, mengingatkan bahwa tidur merupakan salah satu tanda kebesaran Allah
  • Makna tidur sebagai kematian kecil juga tercermin dalam doa yang diajarkan Rasulullah
  • Tidur datang berulang kali, tetapi tidak semua orang menyadari pesan yang terkandung di dalamnya.
Jakarta: Tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Dalam Islam, tidur juga menjadi pengingat tentang kematian yang dapat datang kapan saja. Setiap malam, manusia terlelap tanpa mengetahui apakah dirinya akan kembali terbangun pada keesokan hari.
 
Ulama Arab Saudi, Syeikh Sa’ad Al-Khathlan, mengingatkan bahwa tidur merupakan salah satu tanda kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala yang berulang kali dialami manusia. Peristiwa sederhana ini semestinya mendorong setiap Muslim untuk merenungkan kehidupan, kematian, dan kebangkitan setelahnya.
 
Dalam kajiannya, Syeikh Sa’ad menjelaskan bahwa Allah mengumpamakan tidur dengan kematian melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an, Surah Az-Zumar ayat 42.
 
Allah SWT berfirman:
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
 
Artinya: “Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur. Maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Az-Zumar: 42).
 
Tidur Adalah Kematian Kecil
 
Syeikh Sa’ad Al-Khathlan menjelaskan bahwa tidur merupakan peristiwa yang seharusnya menjadi pelajaran bagi manusia. Saat tidur, Allah subhanahu wa ta’ala menggenggam jiwa manusia. Sebagian jiwa ditahan hingga ajal yang telah ditetapkan, sedangkan jiwa lainnya dikembalikan sehingga orang tersebut dapat kembali terbangun.
 
“Tidur adalah kematian kecil. Allah Azza wa Jalla menggenggam jiwa ketika manusia tidur. Jiwa orang yang telah ditetapkan ajalnya ditahan sehingga tidak kembali ke tubuhnya, sedangkan jiwa yang lain dikembalikan sampai waktu yang telah ditentukan,” jelasnya.
 
Semua orang yang tidur akan terbangun kembali. Ada orang yang terlelap pada malam hari, tetapi ajalnya telah tiba sehingga ia tidak lagi menjalani kehidupan di dunia.
 
Sementara itu, kebanyakan manusia kembali terbangun karena Allah subhanahu wa ta’ala mengembalikan jiwanya. Mereka kemudian melanjutkan aktivitas dan menjalani kehidupan hingga waktu yang telah ditentukan.
 
Karena itu, tidur bukan hanya rutinitas biologis, melainkan juga kesempatan untuk mengingat keterbatasan manusia di hadapan kekuasaan Allah SWT.
 
Doa Sebelum Tidur dan Setelah Bangun
 
Makna tidur sebagai kematian kecil juga tercermin dalam doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sebelum tidur, beliau membaca:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Artinya: “Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.”
 
Sementara itu, ketika bangun tidur, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.”
 
Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih, di antaranya dalam Sahih al-Bukhari.
 
Syeikh Sa’ad mengajak umat Islam memperhatikan makna doa ketika bangun tidur tersebut. Ungkapan “yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami” bukan sekadar bacaan yang diucapkan setiap pagi, tetapi mengandung pelajaran tentang hubungan antara tidur, kematian, dan kebangkitan.
 
“Renungkanlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami.’ Sebab, tidur merupakan kematian kecil,” tuturnya.
Dengan memahami maknanya, seorang Muslim diharapkan tidak membaca doa hanya sebagai kebiasaan, tetapi juga sebagai bentuk syukur karena masih diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan.
 
Setiap Malam Adalah Pengingat tentang Kematian
 
Syeikh Sa’ad menegaskan bahwa manusia seharusnya mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi setiap hari tersebut. Tidur datang berulang kali, tetapi tidak semua orang menyadari pesan yang terkandung di dalamnya.
 
“Manusia mengalami kematian kecil saat tidur setiap hari. Karena itu, hendaknya ia mengambil pelajaran dari peristiwa yang terus berulang ini,” jelasnya.
 
Kesadaran tersebut dapat mendorong umat Islam untuk lebih menghargai waktu, memperbaiki amal, dan tidak menunda-nunda kebaikan. Sebab, tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan kehidupannya di dunia akan berakhir.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(zdm)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan