"Pembangunan gedung senilai Rp 7,8 miliar ini dilakukan pada 2019 dan dapat diselesaikan dalam waktu 4,5 bulan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dalam keterangannya, Selasa, 2 Juni 2020.
Basuki menyebut, pembangunan gedung ini sempat terhenti pada 2016 silam. Namun, dengan semangat membangun sumber daya manusia di lingkungan kampus, pihaknya kembali menggarap proyek ini.
"Kita lanjutkan pembangunan sarana pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas SDM. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik," lanjut Basuki.
Gedung ini telah diserahkelolakan Kementerian PUPR kepada Politeknik Negeri Padang. Pihak kampus pun akan memanfaatkan lab dan gedung tersebut untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar.
“Kami harap fasilitas ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kegiatan belajar mengajar. Ini adalah wujud konkret dan bukti nyata dukungan Kementerian PUPR untuk SDM unggul Indonesia maju,” kata Kepala Pusat Pengembangan Sarpras Pendidikan, Olahraga dan Pasar Iwan Suprijanto.
Baca: UGM Universitas Terbaik di Indonesia Ungguli UI
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melanjutkan pembangunan gedung laboratorium dan bengkel elektro Politeknik Negeri Padang yang mangkrak dari satu lantai menjadi tiga lantai seluas 1.512 meter persegi. Selain menyelesaikan konstruksi gedung, Kementerian PUPR juga menambahkan fasilitas penunjang seperti tram untuk difabel, CCTV, AC dan ruang kelas belajar.
Pembangunan gedung laboratorium dan bengkel elektro Politeknik Negeri Padang merupakan satu dari empat perguruan tinggi di Sumatra Barat yang direhabilitasi dan rekonstruksi oleh Kementerian PUPR. Tiga perguruan tinggi lainnya adalah Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News