Gerhana Matahari Total. DOK Pexel
Gerhana Matahari Total. DOK Pexel

Fenomena Astronomi Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari Total hingga Puncak Hujan Meteor Perseid

Renatha Swasty • 29 Juli 2026 17:14
Ringkasnya gini..
  • Bulan Agustus 2026 dihiasi berbagai fenomena astronomi langka, mulai dari elongasi planet, gerhana, hingga puncak hujan meteor.
  • Gerhana Matahari Total serta puncak hujan meteor Perseid hingga 60 meteor per jam diprediksi terjadi pada 12–13 Agustus 2026.
  • Rangkaian fenomena ditutup oleh Bulan Purnama Sturgeon dan Gerhana Bulan Sebagian yang berlangsung bersamaan pada 28 Agustus 2026.
Jakarta: Agustus 2026 akan menjadi bulan istimewa bagi para pecinta astronomi. Langit malam sepanjang bulan ini dihiasi rangkaian fenomena langka yang sayang untuk dilewatkan.
 
Berbagai peristiwa langit ini bisa disaksikan kapan saja, baik saat senja sesaat setelah matahari terbenam, maupun jelang subuh menjelang fajar menyingsing. Mulai dari kemunculan planet-planet tetangga hingga gerhana matahari, semuanya akan tersaji sebagai suguhan utama bulan ini.
 
Salah satu yang paling dinanti tentu saja puncak hujan meteor Perseid, yang diperkirakan mampu menghadirkan puluhan bintang jatuh setiap jamnya. Ditambah lagi, ada dua peristiwa gerhana yang membuat langit Agustus semakin istimewa.

Yang lebih menarik, absennya cahaya Bulan di pertengahan bulan justru membuka peluang emas untuk mengamati galaksi dan gugus bintang secara lebih jernih. Sementara itu, Venus akan tampil memukau di langit barat begitu matahari tenggelam.
 
Selain menawarkan keindahan visual, momen-momen ini juga jadi kesempatan baik untuk belajar astronomi secara langsung. Dikutip dari laman seasky.org, berikut daftar lengkap fenomena langit sepanjang Agustus 2026:

Fenomena astronomi sepanjang Agustus 2026

1. Merkurius di Elongasi Barat Maksimum 

Bulan ini dibuka dengan momen untuk mengamati Merkurius yang berada pada sudut 19,5 derajat dari Matahari pada 2 Agustus. Elongasi barat maksimum ini membuat Merkurius berada di titik tertingginya di langit pagi.
 
Untuk menikmatinya, Sobat Medcom dapat mengarahkan pandangan ke ufuk timur menjelang matahari terbit. Meski posisinya tetap rendah, planet ini akan tampak lebih jelas dibanding hari-hari biasa.

2. Fase Bulan Baru 

Pada 12 Agustus, Bulan akan berada segaris dengan Matahari sehingga tidak tampak sama sekali di langit malam. Kondisi ini membuat langit malam menjadi sangat gelap dan bersih dari cahaya.
 
Inilah momen terbaik sepanjang bulan untuk berburu objek-objek langit yang redup. Tanpa gangguan sinar Bulan, galaksi, gugus bintang, dan nebula akan terlihat jauh lebih tajam.
 

3. Gerhana Matahari Total 

Masih di tanggal yang sama, langit akan menyuguhkan Gerhana Matahari Total, momen ketika Bulan menutupi Matahari secara sempurna. Puncaknya menampilkan korona, lapisan atmosfer luar Matahari yang memesona.
 
Jalur totalitas gerhana ini membentang dari Samudra Arktik di lepas pantai utara Rusia, melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga berakhir di Spanyol. Adapun Alaska, Kanada, Afrika Barat, dan Amerika Serikat bagian utara hanya akan menyaksikannya sebagai gerhana matahari sebagian.

4. Puncak Hujan Meteor Perseid 

Pertunjukan paling dinanti tahun ini, hujan meteor Perseid, akan mencapai puncaknya pada malam 12 hingga pagi 13 Agustus. Berasal dari sisa material Komet Swift-Tuttle, hujan meteor ini bisa menghasilkan hingga 60 meteor per jam.
 
Tahun 2026 menjadi waktu pengamatan yang sangat ideal karena tidak ada gangguan cahaya Bulan sama sekali. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah setelah tengah malam, dari lokasi gelap yang jauh dari polusi cahaya, saat kilatan meteor memancar dari arah rasi bintang Perseus ke berbagai penjuru langit.

5. Venus di Elongasi Timur Maksimum 

Pada 15 Agustus, Venus akan mencapai elongasi timur maksimum dengan jarak sudut 45,9 derajat dari Matahari. Inilah momen terbaik untuk menikmati kilau 'Bintang Kejora', karena posisinya berada paling tinggi di langit malam.
 
Fenomena ini mudah diamati dari langit barat, tepat setelah matahari terbenam. Venus akan bersinar sangat terang, sulit untuk tidak menarik perhatian.

6. Bulan Purnama Sturgeon 

Fase Bulan Purnama tiba pada 28 Agustus, saat seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi tersinari sempurna. Suku-suku asli Amerika menyebutnya Sturgeon Moon, karena periode ini bertepatan dengan musim di mana ikan sturgeon besar di Great Lakes lebih mudah ditangkap.
 
Purnama ini juga dikenal dengan sejumlah nama lain, seperti Green Corn Moon (Bulan Jagung Hijau) atau Grain Moon (Bulan Biji-bijian) yang menandai musim panen.

7. Gerhana Bulan Sebagian 

Menutup rangkaian fenomena Agustus, Gerhana Bulan Sebagian akan terjadi bersamaan dengan Bulan Purnama pada 28 Agustus. Peristiwa ini terjadi saat sebagian piringan Bulan memasuki bayangan gelap (umbra) Bumi, sementara sisanya berada di bayangan samar (penumbra).
 
Selama gerhana berlangsung, sebagian permukaan Bulan akan tampak menggelap secara bertahap saat melintasi bayangan Bumi. Fenomena ini bisa disaksikan dari sebagian besar wilayah Amerika Utara, Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Samudra Atlantik, serta sebagian Eropa dan Afrika.
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai fenomena astronomi yang terjadi sepanjang bulan Agustus 2026. Agar tidak ketinggalan, yuk catat tanggal-tanggalnya dari sekarang! (Talitha Islamey) 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan