Perayaan Hari Bastille diwarnai pesta kembang api di Paris. DOK AFP
Perayaan Hari Bastille diwarnai pesta kembang api di Paris. DOK AFP

Sejarah Penyerbuan Bastille, Awal Revolusi Prancis 1789

Pendidikan sejarah prancis pelajaran Mata Pelajaran Sejarah
Medcom • 28 April 2022 19:08
JakartaL Sebelum berbentuk negara republik, Prancis pernah menganut sistem pemerintahan monarki. Kerajaan tersebut akhirnya runtuh pada 1789 akibat revolusi yang disulut krisis tanpa henti.
 
Krisis sebenarnya tak hanya melanda Prancis, tetapi juga negara-negara Eropa lain akibat perang. Namun, krisis di negara ini diperparah dengan kesewenang-wenangan penguasa yang menindas rakyat kecil.
 
Pemimpin kala itu, Raja Louis XIV, selalu membuat kebijakan yang memihak kaum bangsawan dan pemuka agama. Salah satu contoh kebijakannya ialah membebaskan kedua golongan itu dari pajak, sehingga hanya golongan kelas bawah yang diwajibkan membayar pajak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alih-alih digunakan untuk kemaslahatan bersama, pendapatan pajak justru dipakai untuk membiayai kehidupan mewah penghuni istana. Padahal, di sisi lain, utang kerajaan terus menumpuk karena ambisi berperang. Imbasnya, harga pangan melambung tinggi.
 
Kondisi yang kian memburuk itu lantas menyulut amarah rakyat. Hingga pada 14 Juli 1789, terjadilah peristiwa penyerbuan penjara Bastille sebagai simbol perlawanan terhadap sistem pemerintahan yang sewenang-wenang.
 
Selain dipicu pajak yang mencekik, penyerbuan Bastille juga dilatarbelakangi oleh sejumlah peristiwa lain. Dikutip dari Zenius, berikut penjelasan lengkapnya yang meliputi penyebab, kronologis, dan pengaruh dari masa awal Revolusi Prancis 1789:

Penyebab Revolusi Prancis

Tak cuma memberlakukan kebijakan yang timpang, Raja Louis XIV bahkan menaikkan besaran pajak. Hal ini dilakukan guna menyelamatkan kerajaan dari kebangkrutan akibat penghuninya yang sudah terlampau nyaman dengan kehidupan sosialita.
 
Ketimpangan tidak hanya berlaku di kebijakan pajak, tetapi juga di sistem parlemen. Kala itu, parlemen di monarki Prancis tak berjalan sebagaimana mestinya.
 
Idealnya, ada tiga kamar di badan parlemen, yakni golongan bangsawan, pemuka agama, dan rakyat biasa. Meskipun jumlah rakyat biasa lebih banyak, aspirasi mereka seolah tak berlaku di parlemen. Golongan bangsawan kerap kali hanya ingin bersekutu dengan pemuka agama.
 
Dengan kata lain, aspirasi rakyat selalu ditolak. Perwakilan dari golongan rakyat biasa bahkan pernah menuntut hak suara mereka ditambah, namun sang raja menolaknya mentah-mentah.
 
Karena keputusan di parlemen tidak memihak rakyat, golongan ketiga membentuk National Assembly. Ini kemudian dianggap sebagai ancaman bagi raja, sehingga segala aktivitas National Assembly dipersulit sedemikian rupa.
 
Melihat raja terus menyalahgunakan kekuasaan, rakyat pun semakin marah. Hingga akhirnya, tercetuslah Revolusi Prancis yang dimulai dengan penyerangan penjara Bastille.

Kronologis Penyerbuan Bastille

Fajar kala itu, tepatnya pada 14 Juli 1789, massa berkumpul membawa senapan, pedang, dan berbagai senjata darurat untuk menyerbu penjara Bastille. Bangunan kastil itu digunakan raja untuk memenjarakan tahanan politik.
 
Melihat gelombang amukan massa, gubernur militer Bastille, Bernard-René Jordan de Launay naik ke benteng dan mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Massa pun merangsek masuk dan berhasil menyita mesiu sekaligus meriam.
 
Selain sebagai bentuk perlawanan, penyerbuan penjara Bastille juga ditujukan untuk mengamankan persenjataan. Tahanan politik pun dibebaskan, sedangkan Launay dibawa ke Hotel de Ville untuk diadili.
 
Namun, massa kadung emosi dan kecewa. Mereka akhirnya malah menyerang Launay hingga tewas.
 
Tak berhenti di situ, gelombang semangat revolusioner meluas dengan cepat hingga ke pedesaan. Petani memberontak penguasa daerah yang selama ini mengeksploitasi rakyat miskin. Mereka menjarah dan membakar rumah petugas pemungut pajak dan tuan tanah.
 
Perebutan Bastille melambangkan akhir dari rezim kerajaan. Salah satu hasil Revolusi Prancis adalah berhasil menggulingkan monarki yang berkuasa ribuan tahun.
 
Pada 1792, monarki resmi dihapuskan dan disusul berdirinya Republik Perancis yang menganut nilai liberte (kebebasan), egalite (kesetaraan), dan fraternite (persaudaraan). Raja Louis XVI dan istrinya, Marie Antoinette, dihukum penggal setahun kemudian.

Pengaruh Revolusi Prancis

Revolusi Prancis tak cuma berhasil menggulingkan pemerintahan yang sewenang-wenang. Peristiwa ini menjadi babak baru bagi kehidupan sosial di Prancis yang ditandai dengan penghapusan feodalisme, penyetaraan kelas sosial, peruntuhan monarki, dan pengesampingan agama Kristen lantaran dianggap sebagai alat melanggengkan kekuasaan raja.
 
Selain itu, Revolusi Prancis juga berimbas pada pembakuan standar. Dari yang semula menggunakan ukuran kepal, hasta, dan kaki, berubah menjadi ukuran Sistem Internasional meter, kilogram, dan kilometer.
 
Revolusi Prancis juga berperan penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme di Eropa. Rakyat Benua Biru itu bersatu meruntuhkan monarki ketika raja berusaha menggalang bantuan dari saudara-saudaranya di luar negeri.
 
Semangat revolusi yang bergelora di Prancis menyebar sangat pesat hingga ke penjuru dunia, seperti Spanyol, Jerman, Rusia, Austria, dan Italia. Hingga kemudian, Revolusi Prancis dianggap sebagai cikal bakal tumbuhnya paham demokrasi, parlementer, dan republik.
 
Tak kalah penting, Revolusi Prancis melahirkan hukum yang mengatur rakyat sipil. Hukum itu tertuang dalam Napoleonic Code yang resmi berlaku pada 21 Maret 1804. Perangkat hukum ini disusun pemerintahan Napoleon Bonaparte sebagai revisi atas sistem hukum Prancis warisan kerajaan.
 
Banyaknya perubahan yang dibawa Revolusi Prancis lantas membuat tanggal 14 Juli diperingati sebagai Bastille Day. Hari penyerbuan Bastille yang menjadi tonggak Revolusi ini bahkan kerap dipanggil sebagai Hari Revolusi Prancis. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Peran dan Perjuangan Perempuan Dalam Revolusi Prancis 1789
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif