Pertemuan KOI dengan PSF. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Pertemuan KOI dengan PSF. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Intip Beasiswa untuk Atlet Terbaru dari KOI dan PSF, Begini Skema hingga Seleksinya

Ilham Pratama Putra • 31 Juli 2026 13:30
Ringkasnya gini..
  • KOI dan Putera Sampoerna Foundation mencari atlet berpotensi, tak hanya yang sudah juara.
  • Seleksi beasiswa mempertimbangkan karakter, komitmen, dan potensi selain nilai akademik.
  • Atlet yang belum memenuhi syarat akademik akan mendapat pendampingan untuk meningkatkan kompetensinya.
Jakarta: Prestasi di arena olahraga bukan menjadi satu-satunya modal bagi atlet untuk memperoleh beasiswa pendidikan. Dalam program kerja sama antara Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Putera Sampoerna Foundation (PSF), atlet yang belum memiliki banyak gelar tetap berpeluang mendapatkan dukungan apabila dinilai memiliki potensi, karakter, dan komitmen untuk berkembang.
 
Pendekatan tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi atlet-atlet muda yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. Selain mempertimbangkan capaian olahraga, proses seleksi juga melihat kesiapan akademik, motivasi belajar, hingga keinginan atlet untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
 
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohar, mengatakan kerja sama dengan PSF tidak hanya ditujukan bagi atlet yang telah menjadi juara di tingkat internasional. Atlet junior yang menunjukkan perkembangan positif juga akan diprioritaskan untuk mengikuti proses seleksi.
 
Baca juga: Indonesia Peringkat Kedua! Ini 10 Negara dengan Universitas Terbanyak di Dunia  


"Kalau seseorang sudah menjadi juara mungkin banyak yang menawarkan. Yang kami cari justru satu diamond, satu intan yang belum diasah tetapi kualitas awalnya sudah terlihat," kata Raja di Jakarta, Kamis 30 Juli 2026. 
 
Raja menjelaskan proses seleksi akan dilakukan oleh KOI sebelum atlet direkomendasikan kepada Putera Sampoerna Foundation. Mekanisme tersebut bertujuan memudahkan proses penjaringan sekaligus memastikan atlet yang diajukan benar-benar memiliki potensi untuk berkembang.
 
Menurutnya, penilaian tidak hanya melihat medali yang telah diraih, tetapi juga perkembangan performa atlet. Pada cabang olahraga seperti renang, misalnya, potensi dapat terlihat dari peningkatan catatan waktu yang dicapai atlet dari waktu ke waktu.
 
"Kalau renang, waktunya bisa dilihat. Dia latihan sekian tahun, limit waktunya sudah sekian. Itu sudah pasti menunjukkan potensi ke depannya," ujarnya.
 
Head of Program Putera Sampoerna Foundation, Juliana, mengatakan seleksi beasiswa tetap mengacu pada standar akademik yang berlaku di Sampoerna University. Namun, pihaknya tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan penerima program.
 
Menurut Juliana, atlet yang memiliki potensi kuat tetapi belum memenuhi persyaratan akademik tetap memiliki kesempatan memperoleh pendampingan. PSF akan membantu peserta meningkatkan kemampuan yang masih kurang, termasuk bahasa Inggris maupun kesiapan akademik lainnya.
 
Baca juga: Pemprov Sulsel Buka Beasiswa Kuliah Luar Negeri S1 Jurusan Ilmu Islam: Cek Syarat, Cara Daftar, dan Jadwalnya  

 
"Kalau kami melihat seorang siswa memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan memiliki keinginan untuk memberi kembali kepada masyarakat, maka kekurangan akademiknya bisa kami bantu agar mencapai level tertentu," ujarnya.
 
Juliana menjelaskan bantuan yang diberikan tidak selalu langsung berupa beasiswa. PSF terlebih dahulu memetakan kebutuhan masing-masing atlet agar dukungan yang diberikan benar-benar efektif.
 
Pendampingan dapat berupa Academic English Program, persiapan IELTS, hingga program General Educational Development (GED) bagi atlet yang menempuh pendidikan melalui jalur homeschooling. Setelah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, atlet berpeluang memperoleh beasiswa dengan nilai yang disesuaikan berdasarkan prestasi, potensi, dan kesiapan akademik.
 
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet yang tidak hanya berprestasi di arena olahraga, tetapi juga memiliki bekal pendidikan untuk membangun karier setelah pensiun. "Pembinaan atlet perlu dilakukan secara menyeluruh agar prestasi olahraga dapat berjalan seiring dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia," tutup dia. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan