"Kampus juga memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga. Kita akan menjaga agar produktivitas tidak menurun," kata Alim di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Alim menegaskan learning loss menjadi perhatian utama dari kebijakan WFH. IPB sudah mempersiapkan dan memperkuat sistem kuliah hybrid untuk mencegah learning loss.
"Perkuliahan menggabungkan metode daring dan luring, dengan pola pembelajaran kombinasi hybrid, daring, luring,” sebut dia.
Dia mengatakan pendekatan ini mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi dan kualitas. Pihaknya juga bakal memaksimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
“Kita pakai pendekatan online dan juga e-learning,” ujar dia.
Baca Juga :
Dosen Bisa Pilih Hari WFH, Tidak Harus Jumat
Selain itu, IPB juga menerapkan sistem self-pace learning, yakni mahasiswa diberi fleksibilitas dalam proses belajar. Namun, tidak semua kegiatan dilakukan secara daring.
Praktikum tetap dilaksanakan secara langsung di laboratorium. “Untuk praktikum tetap luring karena harus hands-on,” tegas dia.
IPB menerapkan kebijakan WFH bagi dosen dan tenaga kependidikan satu hari dalam sepekan. Hal ini mengikuti arahan pemerintah terkait efisiensi energi.
WFH dilakukan dengan asas fleksibilitas, di mana diberikan pilihan hari WFH, yaitu Senin atau Jumat. Dengan strategi ini, IPB optimistis dapat menjaga kualitas pendidikan.
Alim yakin efisiensi energi tetap berjalan tanpa mengorbankan pembelajaran. “Saya kira semua sivitas akademika mendukung kebijakan ini,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News