"Dengan begitu kita dapat menghindari jebakan zona nyaman yang dapat menghambat kemajuan diri," kata Mu'ti dalam webinar Pak Menteri Menyapa Pelajar Indonesia Hebat: Liburan Pelajar Edukatif dan Bermutu di YouTube Kemendikdasmen, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut dia, waktu libur memang penting untuk beristirahat. Namun, momen tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk refleksi, membaca, hingga mengembangkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi masa depan.
“Liburan itu penting, kita perlu break. Tapi itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti belajar,” ujar Mu’ti.
Ia menilai salah satu tantangan terbesar pelajar saat ini adalah kecenderungan merasa cepat puas dengan pencapaian yang ada. Padahal, sikap tersebut justru berpotensi membuat seseorang tertinggal di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
“Kalau kita sudah merasa cukup dan berada di zona nyaman, kita bisa terdisrupsi dan tertinggal,” tegas dia
Abdul Mu’ti mendorong pelajar membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut terdapat konsep Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk mendukung aktivitas para siswa.
Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur cukup. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini dinilai memiliki dampak besar bila dilakukan secara konsisten.
“Hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus akan membawa perubahan besar dalam hidup kita,” jelas dia.
Selain itu, ia juga mengajak pelajar berani keluar dari zona nyaman dengan mencoba pengalaman baru. Menurut dia, keberanian menghadapi tantangan akan melatih kemampuan adaptasi yang sangat dibutuhkan di masa depan.
Di era disrupsi, banyak perubahan yang terjadi secara cepat dan tidak terduga. Namun, di balik perubahan tersebut juga terdapat peluang-peluang baru yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang siap dan terus belajar.
“Banyak pekerjaan yang hilang, tapi juga banyak peluang baru yang muncul. Kita harus siap mengisinya,” ujar Mu’ti.
Ia mengatakan pelajar dapat memanfaatkan waktu luang, termasuk saat liburan untuk melakukan kegiatan produktif, seperti membaca buku, menulis, atau mengeksplorasi minat dan bakat. Aktivitas seperti perjalanan atau rekreasi juga dapat menjadi sarana mendapatkan ide-ide segar.
“Sering kali kita mendapatkan ide dari perjalanan atau suasana baru. Tapi yang penting adalah bagaimana ide itu kita wujudkan,” kata dia.
Mu’ti mengajak pelajar menjaga keseimbangan antara istirahat dan pengembangan diri. "Dengan cara itu, pelajar tidak hanya tetap produktif selama liburan, tetapi juga mampu membangun karakter kuat dan siap menghadapi masa depan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News