Kepala CTSS IPB, Damayanti Buchori menerangkan, dengan bergabungnya CTSS IPB University sebagai anggota SDSN telah menjadi bagian dari berkontribusi pada pemecahan masalah dari skala lokal sampai global, terutama dalam creating sustainable science.
"Di zaman global ini, kerja sama internasional makin penting karena interconnectedness di isu-isu lingkungan yang memerlukan pemecahan masalah lintas negara. Seperti masalah krisis iklim, sampah, kebakaran hutan, ini memerlukan pemikiran bersama-sama," terang Damayanti.
Baca juga: UI Luncurkan S3 Kajian Stratejik dan Global, Satu-satunya di Indonesia
Oleh karena itu, lanjutnya, keterlibatan CTSS IPB dalam SDSN ini merupakan strategi dan menjadi pintu masuk dalam upaya belajar bersama untuk menghasilkan sustainable science dengan seluruh pemangku kependtingan baik skala lokal maupun internasional.
Berkaitan dengan hal tersebut, CTSS IPB University bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah berusaha mewujudkan pembangunan hijau dengan mengusung program lanskap berkelanjutan.
Program lanskap berkelanjutan ini dimaksudkan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan berbasis lingkungan di wilayah Sumatera Selatan. Kerja sama tersebut juga menghasilkan rumusan kebijakan tentang indeks lanskap, yaitu dying landscape index.
The UN Sustainable Development Solution Network (SDSN) didirikan pada tahun 2012 di bawah naungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB). SDSN berusaha memobilisasi keahlian ilmiah dan teknologi global untuk mempromosikan solusi praktis untuk pembangunan berkelanjutan termasuk implementasi pilar Sustainable Development Goals (SDGs) dan Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim melalui pendidikan, penelitian, analisis kebijakan dan kerja sama global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News