Belajar dari rumah. DOK shutterstock
Belajar dari rumah. DOK shutterstock

Pembelajaran Selama Ramadan, Sekolah Diminta Kurangi Kegiatan Fisik dan Tidak Beri PR Berlebihan

Ilham Pratama Putra • 19 Februari 2026 10:33
Ringkasnya gini..
  • Pembelajaran dari rumah berdasarkan penugasan dari satuan pendidikan.
  • Penugasan diharapkan sederhana, menyenangkan, tidak membebani, serta meminimalkan penggunaan gawai dan internet.
  • SEB juga mengatur agar tugas tidak membebani murid dengan PR atau proyek yang berlebihan.
Jakarta: Selama bulan Ramadan, sekolah diminta melakukan penyesuaian aktivitas pembelajaran. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
 
SEB disepakati Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). SEB ini dapat menjadi pedoman dalam menyelenggarakan pendidikan selama Ramadan hingga setelah Idulfitri. 
 
Skema pembelajaran selama Ramadan 2026, salah satunya adalah pembelajaran dari rumah pada tanggal 18-21 Februari 2026. Ini merupakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat berdasarkan penugasan dari satuan pendidikan. 

Penugasan diharapkan sederhana, menyenangkan, tidak membebani, serta meminimalkan penggunaan gawai dan internet. SEB mengatur agar tugas tidak membebani murid dengan PR atau proyek yang berlebihan
 
Sekolah tidak boleh memberikan tugas yang menelan biaya besar. Selain itu, tugas tidak boleh sangat bergantung secara intensif terhadap gadget.
 
SEB mendorong tugas yang diberikan sederhana dan menyenangkan. Bahkan, jika perlu dapat dikerjakan dengan orang tua di rumah.
 
Merujuk SEB tersebut, berikut skema pembelajaran Ramadan 2026: 

Skema pembelajaran Ramadan 2026

1. Pembelajaran dari rumah

Pembelajaran dari rumah pada tanggal 18–21 Februari 2026.
 
Ini merupakan pembelajaran yang dilaksanakan mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat berdasarkan penugasan dari satuan pendidikan. Penugasan diharapkan sederhana, menyenangkan, tidak membebani, serta meminimalkan penggunaan gawai dan internet.

2. Pembelajaran di sekolah 

Pembelajarn di sekolah pada tanggal 23 Februari–14 Maret 2026.
 
Pembelajaran dilaksanakan di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan. Selama periode ini, selain kegiatan akademik, dianjurkan pelaksanaan kegiatan yang meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.
 

3. Libur bersama Idulfitri

Libur bersama Idulfitri pada tanggal 16–20 Maret dan 23–27 Maret 2026.
 
Dalam momen tersebut, peserta didik diharapkan memanfaatkan waktu untuk silaturahmi dan mempererat persaudaraan. 
 
Kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan secara normal pada 30 Maret 2026.Siswa kembali ke sekolah seperti biasa. 

Materi pembelajaran selama Ramadan

Pemerintah menetapkan kebijakan pembelajaran bagi peserta didik selama Bulan Ramadan 2026 dengan menekankan pada penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pemenuhan hak belajar siswa.
 
Kebijakan tersebut dihasilkan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, di Kantor Kemenko PMK, pada Kamis, 5 Februari 2026.
 
Pratikno menegaskan pembelajaran selama Bulan Ramadan tidak hanya diarahkan pada aspek akademik, tetapi juga menjadi momen yang tepat untuk memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter siswa.
 
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah mendorong penguatan materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama masing-masing peserta didik. Bagi murid beragama Islam, kegiatan dapat berupa tadarus Al-Qur'an, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman, takwa, dan akhlak mulia.
 
Sementara itu, murid beragama non-Islam difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan lain sesuai dengan keyakinan masing-masing.
 
Selain penguatan keagamaan, pembelajaran selama Ramadan juga diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan sosial yang edukatif.
 
"Kita ingin anak-anak belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Bulan Ramadan harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, gerakan satu jam tanpa gawai, dan kegiatan positif lainnya," tegas Pratikno dikutip dari laman kemenkopmk.go.id, Jumat, 13 Februari 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan