Siswa menikmati MBG. DOK Kemendikdasmen
Siswa menikmati MBG. DOK Kemendikdasmen

BGN: Program MBG Tetap Jalan Selama Ramadan 2026, Ini Mekanisme Distribusinya

Bramcov Stivens Situmeang • 19 Februari 2026 10:17
Ringkasnya gini..
  • Penyesuaian distribusi MBG dibedakan berdasarkan wilayah dan kondisi penerima manfaat,
  • BGN juga mengatur jadwal pembagian MBG.
  • Penyesuaian pelayanan MBG pada periode libur ini bersifat sementara dan tidak mengubah Petunjuk Teknis secara permanen.
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 H/2026 M, libur Idulfitri, dan Tahun Baru Imlek. Meski ada penyesuaian, BGN memastikan program ini tetap berjalan tanpa mengubah ketentuan teknis secara permanen, dengan mengacu pada Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026.
 
Sebelum membahas lebih lanjut soal mekanismenya, yuk kenalan dulu dengan Program MBG yang dirancang langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Simak selengkapnya.

Apa itu MBG?

Melansir laman BPMP Provinsi Sumatera Utara, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu langkah strategis mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045. Program ini lahir sebagai bagian dari delapan misi Asta Cita, khususnya untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
 
Tujuan utama program ini adalah mengurangi angka malanutrisi dan stunting yang masih menjadi persoalan serius di tanah air, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain itu, MBG juga dirancang untuk meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM, petani, dan nelayan dalam rantai pasokannya.

Dari sisi dampak, program ini diharapkan memberi manfaat berlapis bagi masyarakat, di antaranya:
  1. Kesehatan: Menekan angka stunting dan malanutrisi, khususnya pada kelompok rentan.
  2. Pendidikan: Mendorong konsentrasi dan partisipasi belajar siswa di sekolah.
  3. Ekonomi: Membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, petani, dan nelayan lokal.
  4. Ketahanan Pangan: Memperkuat konsumsi produk lokal bergizi dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Pada tahap awal, MBG menyasar tiga juta penerima manfaat yang terdiri atas balita, santri, siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan target mencapai 15 juta penerima pada akhir 2025. Nah, setelah mengenal lebih jauh tentang MBG, kini saatnya kita simak bagaimana mekanisme distribusinya selama Ramadan 2026. Berikut penjelasannya.

Mekanisme Distribusi MBG Selama Ramadan 2026

Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @badangizinasional.ri, BGN menetapkan tiga prinsip utama yang tetap dipegang teguh dalam penyesuaian distribusi ini, yakni:
  1. Pemenuhan gizi seimbang
  2. Keamanan pangan
  3. Ketertiban
  4. Akuntabilitas
Penyesuaian distribusi dibedakan berdasarkan wilayah dan kondisi penerima manfaat, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Wilayah mayoritas tidak berpuasa

Distribusi MBG dilaksanakan secara normal seperti hari biasa dengan menu siap santap. Jika ada penerima yang berpuasa, MBG tetap diberikan dalam bentuk kemasan sehat.

2. Wilayah mayoritas berpuasa

MBG diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat.
 
   

3. Pondok pesantren dan boarding school muslim

Waktu distribusi dan masak disesuaikan berdasarkan koordinasi dengan Satuan Pendidikan Pesantren dan sekolah berasrama Boarding School.

4. Kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6 hingga 19 bulan)

Pelayanan MBG tetap berlanjut setiap hari Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang telah disepakati.

5. Provinsi Aceh dan Sumatra Barat

SPPG melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan menyesuaikan dengan kearifan budaya, adat, kebiasaan, dan hukum yang berlaku.
 
Berikut jadwal distribusi MBG selama periode Ramadan dan libur Idulfitri 2026:

Jadwal distribusi MBG selama Ramadan 2026

1. 16-21 Februari 2026

Semua penerima manfaat pada daerah yang mayoritas tidak berpuasa (3B maupun peserta didik), dengan waktu pengiriman normal. Jika ada peserta didik yang berpuasa maka diberikan MBG dalam bentuk kemasan sehat. Para santri yang tinggal atau menginap di Pondok Pesantren serta siswa Boarding School yang tinggal atau menginap di asrama pada mayoritas berpuasa tetap mendapatkan MBG. Waktu pengiriman sore hari menjelang berbuka puasa dengan proses masak dilakukan pada siang hari.

2. 22 Februari 2026

Tidak dilakukan pendistribusian MBG.

3. 23 Februari 2026

Distribusi kembali berjalan secara serempak.

4. 17 Maret 2026

Distribusi terakhir sebelum libur Idulfitri, berupa satu paket makanan kemasan sehat ditambah tiga paket bundling kemasan sehat untuk konsumsi alokasi 18 hingga 20 Maret 2026.

5. 18-22 Maret 2026

Tidak ada pendistribusian MBG untuk seluruh sasaran penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik.
 
Selama periode tidak berproduksi dan tidak mendistribusikan MBG, SPPG diarahkan untuk memanfaatkan waktu dengan sejumlah kegiatan produktif, antara lain:
  1. Pembersihan dan perawatan area serta peralatan produksi dan kendaraan distribusi
  2. Peningkatan kompetensi dan integritas personel
  3. Penyuluhan dan edukasi gizi serta keamanan pangan
  4. Koordinasi dan pendataan potensi bahan baku daerah sekitar SPPG dalam rangka penguatan ekonomi sirkular
  5. Persiapan inovasi produk MBG yang memperhatikan keamanan pangan dan kecukupan gizi
Penyesuaian pelayanan MBG pada periode libur ini bersifat sementara dan tidak mengubah Petunjuk Teknis secara permanen. Setelah periode libur berakhir, pelayanan MBG akan kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai Petunjuk Teknis yang berlaku.
 
Itulah informasi lengkap seputar mekanisme distribusi MBG selama Ramadan 2026. Selamat menjalani ibadah puasa ya, Sobat Medcom!

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan