Pengembangan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., bersama Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., dengan Kepala Perwakilan RI sekaligus Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Beijing, Parulian Silalahi. Pertemuan tersebut turut didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Dr. Lestari Puspitaningsih.
Dalam pertemuan tersebut, UMS dan KBRI Beijing membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi dan industri di Tiongkok. Kerja sama diarahkan agar tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam program -program konkret yang memberikan manfaat bagi civitas academica dan pengembangan institusi.
Pengembangan kerja sama pendidikan tinggi antara UMS dengan Republik Rakyat Tiongkok. Foto: UMS
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa penguatan jejaring internasional menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong UMS terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang bermutu, berkemajuan, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri maju di Tiongkok membuka peluang pengembangan kapasitas akademik sekaligus memperluas pengalaman internasional bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya dalam siaran persnya, dikutip Rabu, 4 November 2026.
Rektor UMS dalam sambutannya mewakili rombongan menyampaikan kepada DCM dan Atdikbud RI di Kantor KBRI Beijing kunjungan ini menjadi bagian dari relaksasi dan transformasi adaptasi teknologi-industri Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) untuk menjadi yang terdepan di bidang tridarma.
Sejumlah agenda yang berpotensi dikembangkan meliputi joint research atau penelitian bersama, program magang internasional (internship), partisipasi dalam konferensi internasional, serta kolaborasi publikasi ilmiah. Selain itu, penjajakan kerja sama juga mencakup sektor industri teknologi informasi (IT), jasa, dan bidang strategis lainnya.
Keterlibatan industri menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kemitraan tersebut. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh akses terhadap pengalaman belajar dan praktik profesional di lingkungan industri internasional. Sementara itu, dosen dan peneliti berpeluang memperluas jejaring riset, pertukaran keilmuan, serta menghasilkan publikasi bersama mitra global.
Peran KBRI Beijing dalam memfasilitasi hubungan antara perguruan tinggi Indonesia, institusi pendidikan di Tiongkok, dan dunia industri diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai peluang kerja sama tersebut.
Melalui pengembangan kemitraan internasional yang lebih terarah dan berdampak pada Senin, 2 November 2026, UMS berkomitmen memperkuat kontribusi tridarma perguruan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat global. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar UMS untuk terus tumbuh bermutu, melaju berkemajuan, dan berkelanjutan.