Menkeu Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri-kanan) dalam sebuah kesempatan, Kemenristekdikti/humas.
Menkeu Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri-kanan) dalam sebuah kesempatan, Kemenristekdikti/humas.

Nasir Minta Kampus Cegah Bangunan Mangkrak

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 24 Desember 2018 16:19
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mendorong kampus memperketat pengawasan terhadap pembangunan infrastrukur perguruan tinggi yang pendanaannya menggunakan Surat Beharga Syariah Negara (SBSN) dari Kementerian Keuangan. Proyek harus berjalan sampai selesai, pengawasan juga harus diperketat agar tidak terjadi pembangunan yang mangkrak,
 
“Saya bersyukur karena Kemenristekdikti mendapatkan alokasi dana dari SBSN ini. Saya berterima kasih karena dana ini memiliki dampak positif dan tentunya saya akan mendorong kepada perguruan tinggi yang sudah diberikan dana oleh SBSN agar proyek bisa berjalan sampai selesai dan melakukan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi pembangunan yang mangkrak,” ungkap Menteri Nasir, di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
 
Pada 2018, Kemenristekdikti baru menerima pendanaan dari SBSN. Dana ini pun telah digunakan untuk pengembangan dan revitalisasi infrastruktur kepada dua PTN, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya Kemenristekdikti juga sudah mendapat pendanaan pembangunan Project 7 in 1 atau tujuh kampus dan Project 4 in 1 atau empat kampus dari the Islamic Development Bank (IsDB) untuk beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.
 
Selain perguruan tinggi, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dibawah koordinasi Kemenristekdikti juga telah didanai oleh SBSN. Antara lain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Standarisasi Nasiona (BSN) untuk pembangunan laboratorium penelitian dan infrastruktur lainnya.
 
“Ke depannya riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi tidak akan ada maknanya bila tidak dibangun Science Techno Park (STP) dan inkubator bisnisnya. Karena menurutnya, di dalam STP tersebut akan ada proses pengembangan mulai dari riset hingga proses inkubasinya seperti yang sudah dilakukan IPB melalui dana SBSN ini,” ucapnya.
 
Baca:Pimpinan Perguruan Tinggi Diminta Lahirkan Kebijakan Inovatif
 
menteri Keuangan, Sri Mulyani menuturkan bahwa proyek SBSN ini lebih eksplisit dan tentu surat berharga yang diterbitkan ini memiliki hubungan langsung dengan proyeknya seperti pembangunan yang sudah dilakukan Kementerian atau Lembaga melalui dana SBSN.
 
Ia menambahkan, semua proyek tersebut memiliki instrumen keuangan dan hubungan langsung dengan proyeknya. Sehingga dilakukan pengawasan yang ketat demi meningkatkan pembangunan nasional dan mendukung percepatan pembangunan proyek infrastruktur serta proyek strategis lainnya.
 
“Kami berjanji terus meningkatkan jumlah proyek dan jumlah anggaran yang dibiayai oleh SBSN ini, sehingga dampak positif makin bisa ditingkatkan," ujar Menkeu.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif